Kerajaan Drache memiliki dua wilayah bagian, yakni Utara dan Selatan.
*Bagian Utara kerajaan terdapat dua wilayah, Hutan mati dan Lembah para naga.
1. Hutan mati konon dihuni para penyihir.
2. Lembah para naga, berisi makhluk mitologi yang keberadaannya sangat sulit untuk dijumpai.
*Bagian Selatan kerajaan terdapat tiga wilayah pemukiman yang tersembunyi di dalam hutan.
1. Wilayah paling barat bernama Handel (Pusat perdagangan)
2. Wilayah paling timur bernama Calme (Tempat paling tenang dan indah, rakyatnya ramah-ramah)
3. Wilayah paling selatan (tempat Arabella dan Louis tinggal) bernama, Shigen (Terdapat sumber daya alam yang melimpah)
***
"Kami saling terhubung satu sama lain, satu diantara kami mati, dapat dipastikan sisanya tidak bisa bertahan lama."
Wilayah Shigen,
Bagi sebagian orang, lebih mengasyikan membungkus tubuh dengan selimut hangat daripada bergegas dengan keranjang-keranjang dagangan di pagi buta. Sayangnya dia Arabella Jasmine--gadis berusia tujuh belas tahun yang masih butuh makan untuk bertahan hidup. Jika saat ini ia masih terlelap maka tidak akan ada makanan untuk hari ini.
Ia akan kelaparan dan berujung mati, tidak! Ella tidak mau akhir hidupnya berakhir karena kelaparan. Itu menyedihkan sekali.
Hari ini Ella akan berjualan telur ayam, sayur-sayuran, serta buah-buahan segar yang baru saja kemarin ia petik bersama Louis. Tidak lupa Louis membawa barang dagangannya sendiri. Sebagai pengerajin kayu, pemuda itu mampu membuat berbagai jenis kerajinan juga alat-alat makan. Keduanya sibuk menyiapkan keperluan, tidak boleh ada yang terlewat satu hal pun.
"Sudah siap?" tanya Louis.
Ella masih sibuk dengan urusannya, setelah benar-benar yakin gadis itu menyahut, "Ya, sudah."
Ella berbalik, menghadap Louis yang berdiri kokoh tak jauh dari hadapannya.
"Jatah rotimu sudah kau makan?" Louis bertanya lagi.
Gadis itu tak menyahut, memilih melengos meninggalkan pemuda itu.
Louis membuang napas dengan jengah, ia tarik lengan Ella menuju arah dapur. Ella dengan cepat menahan lengannya, membuat Louis kembali menatap gadis itu.
"Akan aku makan di jalan saja, ya?" Ella membujuk. Ia tidak mau mereka membuang waktu lebih banyak hanya untuk memakan beberapa suap roti gandum.
"Ya, ya? Kita sudah terlambat Louis."