Pilar cahaya emas yang membungkus katedral virtual meredup perlahan, berganti dengan aroma belerang pekat dan hawa panas yang menyengat dari lantai batu basal yang retak-retak.
Pemandangan di layar ponsel pintar Maya kini bertransformasi total menjadi kawah gunung berapi kuno yang dikelilingi jurang lava mendidih. Di tengah kawah tersebut, sebuah gumpalan batu hitam raksasa setinggi sepuluh meter mulai bergemuruh, bangkit perlahan dengan mata merah menyala dari celah magma.
Obsidian Golem. Monster bos kualifikasi lantai pertama.
Di sudut atas layar, sebuah jam hitung mundur berwarna merah darah mulai berdetik:
[04:59] [04:58] [04:57]
"Gue maju duluan," suara IronShadow terdengar di headset Maya, kali ini tanpa nada bercanda. "Lo pasang perisai dari jarak aman. Jangan sampai kena tebasan lava."
"Nggak usah ngatur," sahut Maya cepat seraya menggesekkan ibu jarinya di atas analog virtual layar sentuh dengan kecepatan dua ratus lima puluh aksi per menit. "Gue tahu cara jaga posisi."
Sosok IronShadow melesat ke depan seperti kilatan bayangan hitam. Dua bilah sabit besarnya berputar di udara, menebas kaki kiri golem dengan kecepatan tinggi.
Krak!
Suara benturan logam menghantam batu basal berdentum nyaring. Namun, bar darah monster di atas layar nyaris tidak berkurang sama sekali. Angka kerusakan yang muncul di layar hanya berwarna abu-abu redup:
[-12 Physical Damage] [-15 Physical Damage] [DAMAGE REDUCED BY 95% - IMMUNE TO REGULAR STRIKES]
"Sial," umpat IronShadow lirih. "Kulitnya kebal serangan fisik murni."
"Mundur, Iron! Biar gue hantam pakai sihir suci!" seru Maya.
SugarPlum mengangkat tongkat sihirnya ke udara. Lingkaran sihir bercahaya putih keperakan melebar di bawah kaki Obsidian Golem. Maya menggesekkan kombinasi tombol skill dua dan skill tiga di layar sentuhnya secara beruntun.
Sinar tombak cahaya suci menghujam telak ke dada monster.
Bum!
Ledakan cahaya menyilaukan mata, namun gumpalan batu hitam itu bahkan tidak bergeming satu senti pun.
[-20 Magic Damage] [DAMAGE REDUCED BY 95%]
"Apa-apaan ini?" Maya mengernyitkan dahi, matanya memindai seluruh antarmuka permainan dengan panik. "Sihir suci juga nggak mempan?"
Sebelum Maya sempat menarik mundur karakternya, Obsidian Golem mengaum keras hingga mengguncang seisi gua lava. Tinju batu raksasanya terangkat tinggi, lalu menghantam tanah tempat SugarPlum berdiri dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk ukuran monster raksasa.
Bruk!
Gelombang kejut magma meledak ke segala arah.
Maya refleks menekan tombol menghindar, namun radius ledakan terlalu luas. Tubuh mungil SugarPlum terpental ke udara, menghantam dinding tebing batu hingga darahnya terkuras separuh dalam sekejap.
Di dunia nyata, gelang NeuroSync Band di pergelangan tangan kiri Maya bergetar keras—memberikan umpan balik getaran haptik yang menyentak urat nadinya.
Di atas kepala kedua avatar, tulisan peringatan sistem berwarna merah menyala berkedip-kedip panik:
[PERINGATAN SISTEM: KULIT OBSIDIAN GOLEM HANYA BISA DITEMBUS OLEH SERANGAN SOULMATE OVERDRIVE] [SYARAT BUFF OVERDRIVE LEVEL 3:] [1. JARAK ANTAR-AVATAR KURANG DARI 1 METER] [2. DETAK JANTUNG KEDUA PEMAIN DI ATAS 120 BPM]