Blurb
Bagi Arlan, kehilangan langit setelah badai PHK adalah sebuah pengebirian mental. Dari seorang kapten yang menguasai cakrawala, ia jatuh menjadi pria pasif di atas sofa apartemen, menonton Nadia Dara Kirana, istrinya yang seorang akademisi melesat maju meraih gelar profesor doktor. Rasa minder yang akut membuka pintu bagi Maya, wanita teman sekantornya yang menawarkan validasi atas ego lelakinya yang terluka.
Namun, Dara bukan wanita yang akan menyelesaikan draf keretakan domestik dengan air mata atau histeria murahan. Sebagai seorang "detektif mental", ia mendeteksi kebohongan itu dengan kepala dingin. Dara menggunakan tabungan dan royalti sastra untuk investasi bagi suaminya, sebuah panggung baru di daratan.
Arlan dipaksa bertaruh. Ia masih berkonflik batin, berharap isterinya berjuang menyelamatkannya dari wanita penggoda, bukan malah merelakannya. Ia harus berjuang menyerah pada kecemasan dan manipulasi semu, atau meruntuhkan ego patriarkis untuk isterinya yang tak mempermasalahkan keterpurukannya?