Srengenge

Oleh: Nikodemus Yudho Sulistyo

Blurb

Apa itu rumah? Tempat kita lahir, atau tempat kita akhirnya memilih tinggal?

Bhanu Srengenge lahir di sebuah desa di Yogyakarta pada tahun 1950, lima tahun sejak kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ia tumbuh di tengah perubahan keluarga, pergolakan masyarakat, dan zaman yang terus bergerak. Ia menyaksikan bagaimana keyakinan bisa memisahkan orang-orang, bagaimana politik dapat membelah masyarakat, dan bagaimana hidup kadang memaksa seseorang berjalan lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan.

Perjalanan hidup membawanya hingga ke Kalimantan, tempat ia menghadapi kerasnya hidup, perbedaan budaya, dan berbagai ujian yang menempa. Ia tetap menjadi sosok lelaki Jawa yang penyabar, tenang, dan berpegang pada falsafah hidupnya yang kemudian juga membuatnya menemukan cinta.

Bhanu Srengenge mungkin bukan orang suci. Tetapi ia tahu satu hal yang pasti, rumah membutuhkan seseorang yang bersedia menjaganya. Di tanah perantauan itulah ia akhirnya menemukan arti rumah yang sebenarnya.

Lihat selengkapnya