Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #10

Perlindungan yang Tidak Kuminta #10 Kozmic Blues

Ada dua jenis masalah dalam hidup. Masalah biasa, dan masalah rumit yang bisa membuatmu nanar cuma bisa duduk melamun menatap dinding selama lima belas menit tanpa berkedip. Kalimat dari surat Jay yang misterius itu termasuk kategori kedua.

"Kalau aku tidak bisa memilikinya, maka tidak seorang pun boleh memilikinya."

Aku membaca ulang kalimat itu berkali-kali, dan semakin kubaca semakin menyeramkan rasanya, karena itu bukan kalimat orang yang sedang marah atau juga kalimat orang yang sedang bercanda, melainkan kalimat seseorang yang benar-benar percaya bahwa ia memiliki hak atas hidup orang lain, dan itu ancaman yang menurutku tidak main-main.

Hari itu aku tidak masuk kelas, bukan karena malas, tapi karena pihak kampus sendiri menyarankan agar aku pulang lebih awal. Hal itu membuat semuanya terasa semakin nyata karena ancaman itu juga membuat dosen ikut khawatir. Berarti ini sudah bukan masalah kecil lagi.

Aku sedang duduk di ruang tamu ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah, disusul dua mobil lainnya.

Aku mengernyit.

"Ada apa lagi ini?"

Pintu mobil terbuka, Revaldi turun diikuti dua pria berbadan besar, jenis manusia yang sepertinya bisa mengangkat lemari hanya dengan satu tangan.

Aku menunjuk mereka.

"Itu apa?"

"Pengawal." Jawab Revaldi.

"Kenapa?"

"Untuk kamu."

Aku tertawa, karena kupikir dia bercanda tapi sayangnya tidak. Ia terlihat sangat serius, dan hal itu justru lebih menakutkanku sekarang ini.

"Lho, tunggu."

Aku berdiri.

"Untuk apa aku pakai pengawal?"

"Karena ada orang yang menguntitmu."

"Tapi."

"Tidak ada tapi."

Aku menatapnya, dia balik menatapku, kami saling menatap lama.

"Nggak mau."

Salah satu pengawal menoleh ke arah Revaldi, mungkin kasihan padanya karena aku jelas-jelas sedang membuat pekerjaannya menjadi sulit.

"Ve."

Suara Revaldi mulai terdengar tidak sabar.

"Aku baik-baik saja."

"Jay kabur."

"Aku tahu."

"Dia meninggalkan surat ancaman."

"Aku tahu."

"Dia punya ratusan foto kamu."

Lihat selengkapnya