Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #13

Jarak #13 Kozmic Blues

Ada satu hal yang tidak pernah diajarkan buku, yaitu bagaimana cara menjauh dari seseorang yang sudah menjadi bagian dari rutinitasmu, karena ternyata itu jauh lebih sulit daripada yang kubayangkan.

Hari pertama, aku tidak membalas pesan Revaldi. Begitu juga hari kedua masih sama, dan di hari ketiga, aku mulai hafal jumlah pesan yang ia kirim. Setidaknya tak kurang dari tujuh belas.

Ya, aku menghitungnya, tapi jangan tanya kenapa, karena aku juga tidak tahu alasannya.

Padahal sebagian besar pesannya tidak penting.

"Selamat pagi." Itu tidak kubalas.

"Hari ini hujan." Pertanyaan model begini juga tidak kubalas.

"Pak Hadi tadi nyariin aku."

Aku mendengus, tapi masih juga tetap tidak kubalas.

"Dia bilang mahasiswa manajemen misterius itu belum masuk kelas."

Aku hampir tertawa, tapi tetap tidak kubalas. Aku berusaha menahan diri sekuat mungkin.

Memasuki hari keempat, Naya melempar bantal ke kepalaku, lumayan keras.

"OW!"

Aku memegang kepala.

"Kenapa sih?!"

"Kamu kenapa?"

"Tanya balik."

"Kamu kenapa?"

Aku menghela napas, bahaya berteman terlalu lama adalah mereka bisa membaca wajahmu seperti buku yang sudah terbuka sampulnya dan lecek karena sudah sering dibaca.

"Kamu lagi berantem sama Revaldi ya?" Tanya Naya.

Aku langsung tersedak minuman.

"APA?"

"Jadi benar."

"Salah."

"Bohong."

"Salah."

"Ve."

"Naya."

"Kamu jelek kalau bohong."

Aku memelototinya, tapi ia terlihat sangat menikmati penderitaanku. Sahabat memang spesies yang aneh.

"Aku cuma lagi mikir." Kataku akhirnya.

"Mikir apa?"

Aku terdiam, karena sebenarnya aku juga tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

"Aku nggak mau jadi pengganti siapa pun."

Naya yang tadinya bercanda langsung diam.

"Pengganti?"

Aku mengangguk, lalu menceritakan semuanya tentang Aira, masa lalu Revaldi dan bagaimana ia pertama kali menemukan tulisanku. lalu aku ceritakan tentang pertanyaan yang sampai sekarang belum bisa kujawab, apakah aku penting karena aku adalah Velaren? atau karena aku mengingatkannya pada seseorang yang sudah pergi?

Naya mendengarkan sampai selesai, lalu berkata satu kalimat.

"Kalau dia cuma mencari Aira..."

Aku mengangkat kepala.

"...dia nggak akan repot-repot jatuh cinta sama Ve."

Aku langsung melempar bantal.

"SIAPA YANG JATUH CINTA?!"

Lihat selengkapnya