Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #14

Nama yang Seharusnya Tidak Ada #14 Kozmic Blues

Aku tidak menyukai kalimat yang baru saja aku dengar dari manajernya Revaldi.

"Jay ditemukan."

Tapi aku lebih tidak menyukai kalimat lanjutannya karena seperti membawa kenangan lama Revaldi langsung kehadapanku.

"Dia membawa sesuatu milik Aira."

Karena dua hal itu tidak seharusnya berada dalam satu kalimat yang sama, tapi sekarang aku sedang duduk di dalam mobil bersama Revaldi, diam, sementara hujan gerimis membasahi kaca jendela.

"Jadi..." Aku akhirnya membuka suara.

"Kita mau ke mana?"

"Ke rumah seseorang." Jawab Revaldi.

"Siapa?"

Ia terdiam beberapa detik.

"Lia."

"Lia siapa?"

"Sahabat Aira."

Aku langsung menoleh, ini pertama kalinya aku mendengar nama baru dalam kemelut itu. Entah kenapa aku merasa semakin dekat dengan sesuatu yang selama ini disembunyikan yang bahkan mungkin lebih besar daripada Jay yang misterius itu.

Rumah Lia berada di pinggir kota, sebuah rumah sederhana dengan taman kecil di depannya, tidak besar, tidak mewah juga, namun terasa hangat. Seperti rumah yang dihuni banyak kenangan.

Begitu pintu dibuka, seorang perempuan sekitar usia dua puluh lima tahun muncul. Wajahnya cantik, tapi ada kesedihan yang tidak sepenuhnya hilang dari matanya.

Saat melihat Revaldi, ia tersenyum, kemudian matanya beralih kepadaku, dan senyum itu perlahan memudar.

Untuk sesaat ia hanya menatapku tanpa bicara, dan nyaris tanpa berkedip, seolah melihat sesuatu yang tidak ia duga.

"Ya Tuhan..." Bisiknya.

Aku mengernyit.

"Hm?"

Perempuan itu masih menatapku, lalu menoleh ke arah Revaldi. Wajahnya kali ini semakin terlihat pucat.

"Richard." Suaranya hampir bergetar.

"Iya?"

"Kenapa kamu tidak pernah bilang?"

Aku makin bingung.

"Bilang apa?"

Lia menunjuk ke arahku, dan kalimat berikutnya membuat suasana ruangan membeku.

"Dia mirip Aira."

Ruangan itu mendadak sunyi, tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang bicara, bahkan aku bisa mendengar detak jam dinding di ruang tamu.

Aku langsung menoleh ke arah Revaldi, ia terlihat terkejut, kali ini sungguh-sungguh terkejut, seperti baru mendengar hal itu sekarang.

"Mirip?" Tanyanya pelan.

Lia mengangguk.

"Bukan wajahnya." Katanya cepat.

"Bukan fisiknya."

Aku menghela napas lega.

"Terus?"

Lihat selengkapnya