Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #20

Orang yang Salah untuk Dibenci #20 Kozmic Blues

Aku menatap layar ponsel Lia nyaris tak berkedip, tubuhku seperti membeku dan aku seolah tak ingat bagaimana cara bernafas. Setidaknya rasanya seperti itu.

Foto gerbang rumahku masih terpampang di sana sangat jelas, sebuah foto yang baru saja diambil dan semuanya tampak sangat nyata.

"Jangan tanya Mahesa."

"Kalau kalian masih ingin Velaren tetap selamat."

Hanya dua kalimat, tapi ancaman terasa menghunjam tak bertele-tele, tidak dramatis, namun justru karena itulah terasa mengerikan, karena siapa pun yang mengirimnya tidak sedang bercanda.

"Ve."

Suara Revaldi terdengar jauh, seolah berasal dari ujung lorong panjang.

"Ve."

Ia memanggil lagi, baru kali ini aku menoleh.

"Kita pulang." Kataku cepat.

"Tidak."

Jawaban Revaldi datang lebih cepat lagi. Aku langsung menatapnya.

"Apa?"

"Kamu tidak pulang."

"Rumahku di sana."

"Aku tahu."

"Ayah dan Ibuku di sana."

"Aku juga tahu."

"Jadi kenapa aku tidak boleh pulang?"

Kali ini Richard Revaldi terlihat benar-benar takut.

"Karena seseorang sedang mengawasimu." Katanya.

Aku membenci kenyataan bahwa dia mungkin benar.

"Aku harus memastikan orang tuaku aman." Kataku.

"Aku yang akan memastikan."

"Tidak."

"Ve."

"Tidak."

Kami saling menatap, keras kepala bertemu keras kepala, dan biasanya aku cukup ahli memenangkan pertarungan semacam itu. Namun kali ini aku tidak punya tenaga, karena pikiranku masih terjebak pada satu hal.

Ayah.

Kenapa foto Ayah ada di surat Aira, dan nama Mahesa tiba-tiba terasa begitu dekat?. Lalu kenapa semua orang seolah mengetahui sesuatu yang tidak kuketahui?

"Baik." Kata Revaldi akhirnya.

Aku menghela napas lega.

"Kalau begitu aku ikut."

"Hah?"

Lihat selengkapnya