Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #28

Foto yang Terlalu Mirip #28 Kozmic Blues

Aku menatap foto itu lebih lama. Semakin lama kulihat, semakin kuat perasaan yang sejak tadi berusaha kutolak. Aku mengamati foto itu untuk memastikan satu hal karena pikiranku sendiri mengatakan jika orang yang ada dalam foto itu adalah seseorang yang tidak asing bagi aku.

Bukan hanya bentuk matanya, garis rahangnya, bahkan makin aku amati cara anak itu memiringkan kepala saat tersenyum, terlalu sama.

"Ayah." Suaraku terdengar asing bahkan di telingaku sendiri.

"Siapa anak ini?"

Ayah tidak langsung menjawab. Ia justru mengambil kembali foto itu, mengusap permukaannya dengan ibu jari, seolah takut kenangan yang menempel di sana ikut terhapus.

"Aku sudah berharap pertanyaan ini tidak pernah muncul."

"Lalu kenapa wajahnya mirip denganku?"

Tidak ada jawaban.

Lia ikut mendekat. Ia membandingkan foto itu dengan wajahku bergantian.

"Vel..." Ia menggeleng pelan.

"Kalau hanya mirip mungkin masih kebetulan."

"Tapi ini." Raka melanjutkan kalimatnya.

"...seperti foto masa kecilmu." Dadaku mulai terasa sesak. Aku mencoba mengingat-ingat album keluarga di rumah memang memiliki beberapa foto waktu kecil, tetapi aku tidak pernah melihat foto ini, sama sekali tidak pernah.

Aku kembali menatap Ayah.

"Ayah... jawab aku."

Beliau menarik napas panjang.

"Laki-laki itu bernama Jay."

"Jay?"

"Ya."

"Dia anak siapa?"

Ayah menatapku lama.

"Aku tidak pernah tahu."

Aku mengernyit.

"Maksudnya?"

"Waktu pertama kali bertemu, usianya sekitar sembilan tahun."

"Orang tuanya?"

"Tidak ada."

"Tidak ada atau tidak diketahui?"

Ayah menutup mata sesaat.

"Itulah masalahnya."

"Kami tidak pernah berhasil menemukan identitasnya."

Lia tampak semakin bingung.

"Bagaimana mungkin ada anak yang tidak punya identitas?"

Ayah tersenyum pahit.

"Itulah alasan Program Nara dibentuk."

Aku langsung mengangkat kepala.

"Program itu sebenarnya apa?"

Beliau kembali duduk, tatapannya kosong, seperti sedang melihat masa lalu yang sangat ingin ia lupakan.

"Secara resmi, Program Nara adalah penelitian."

"Penelitian apa?"

"Pemulihan identitas anak-anak korban perdagangan manusia."

Aku langsung terdiam. Perdagangan manusia? Kemudian perlahan aku mulai berusaha menarik garis dari keseluruhan cerita yang sudah aku dengar.

Lihat selengkapnya