Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #38

Perpustakaan yang Menyimpan Manusia#38 Kozmic Blues

Rekaman itu selesai, tidak ada suara lagi, hanya desir angin pagi yang melewati pepohonan pemakaman.

Aku memutar ulang hingga tiga kali, kalimat terakhir tetap sama.

"...ia menyimpan anak-anak."

Aku mematikan ponsel perlahan.

"Lalu?"

Aku menatap Dr. Ratih.

"Apakah itu benar?"

Perempuan itu tidak segera menjawab, ia justru memandang Surya, keduanya tampak sama-sama lelah. Surya mengembuskan napas panjang.

"Sudah waktunya."

Dr. Ratih mengangguk pelan.

"Ya."

"Kita tidak bisa terus menyembunyikannya."

Aku menatap mereka bergantian.

"Jelaskan."

Dr. Ratih melangkah mendekati batu nisan yang telah pecah. Ia memungut segenggam tanah, membiarkannya jatuh perlahan dari sela-sela jarinya.

"Velaren."

"Perpustakaan Langit bukan nama resmi."

"Itu hanya nama yang kami gunakan."

"Untuk apa?"

"Untuk tempat yang tidak boleh ditemukan."

Aku mengernyit.

"Tempat apa?"

"Tempat perlindungan."

"Bagi siapa?"

"Bagi anak-anak yang identitasnya hendak dihapus."

Dadaku berdegup lebih cepat.

"Jadi..."

"...anak-anak Program Nara dibawa ke sana?"

"Sebagian."

"Kenapa hanya sebagian?"

Dr. Ratih menundukkan kepala.

"Karena kami terlambat."

Surya melanjutkan.

"Dua puluh tahun lalu kami menyadari ada jaringan yang memperdagangkan anak."

"Itu sudah kami tahu."

"Bukan."

Ia menggeleng.

"Kalian baru mengetahui permukaannya."

"Apa maksudnya?"

"Mereka tidak menjual anak."

"Lalu?"

"Mereka menjual identitas."

Aku terdiam.

"Identitas?"

Dr. Ratih mengangguk.

"Seorang anak bisa dibuat seolah-olah tidak pernah lahir."

"Catatan sipil diubah."

"Akta dihapus."

Lihat selengkapnya