Stalker Misterius KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #42

Orang yang Menulis Kekalahan #42 Kozmic Blues

Tak seorang pun berbicara, semua merasa pesan di ponsel Dr. Ratih terasa lebih mengerikan daripada ancaman apa pun.

Terima kasih sudah membuka ruang yang selama ini tidak berhasil kami temukan.

Bagaimana mereka bisa tahu aktifitas kami di dalam ruangan, karena mereka seolah tahu dengan pasti ruang rahasia itu sudah kami temukan dan telah kami buka?

Aku perlahan menutup kembali lemari besi.

"Sejak kapan mereka mengawasi kita?"

Dr. Ratih menarik napas panjang.

"Kalau mereka bisa mengambil foto rumah ini dari udara berarti sejak kita memasuki halaman."

"Kenapa mereka tidak langsung masuk?"

Surya menjawab pelan.

"Karena mereka tidak tahu apa yang mereka cari."

"Mereka hanya tahu Mahesa meninggalkan sesuatu."

Aku mengepalkan tangan.

"Dan sekarang mereka tahu."

Kami keluar dari ruang sempit itu, papan lantai tidak kami pasang kembali karena tidak ada gunanya lagi sekarang, toh itu bukan lagi menjadi rahasia. Kalau mereka benar-benar mengawasi, mereka sudah mengetahui semuanya.

Aku mengeluarkan kaset mini dari tas.

"Di mana kita bisa memutarnya?"

"Mobil." jawab Lia melalui sambungan telepon.

"Aku sudah sampai."

Aku spontan menoleh ke luar jendela, benar mobil Lia berhenti di depan rumah. Ia turun bersama Raka, wajah mereka dipenuhi jelaga.

"Laboratorium terbakar." kata Raka pelan.

"Tapi kami berhasil menyelamatkan ini." Ia mengangkat sebuah tape recorder tua.

Aku tersenyum miris.

"Sepertinya Mahesa memang suka kaset." Raka menggeleng.

"Bukan."

"Kaset lebih sulit diretas."

Kalimat itu membuatku terdiam, Mahesa memang selalu berpikir beberapa langkah lebih jauh.

Kaset itu dimasukkan perlahan, suara gesekan pita terdengar, lalu hening. Beberapa detik kemudian suara Mahesa memenuhi ruangan, terdengar lebih muda dan tegas.

"Kalau kaset ini diputar, berarti aku sudah kalah."

Lihat selengkapnya