Stasiun Baru

Topan We
Chapter #18

Pertemuan Di Gazebo

“Kalau besok aku enggak kesini, kamu marah?”

Hana yang sedang memainkan ujung tali sepatunya mengangkat wajah.

“Kenapa aku yang marah?”

“Kan biasanya kamu nyariin.”

“Kata siapa?”

“SMS kamu.”

“SMS apa?”

“Biasanya kan ‘Kamu di mana?’”

Hana menahan senyum.

“Itu bukan nyariin.”

“Terus apa?”

“Biasa.”

“Kalau biasa, kenapa hampir tiap hari?”

Hana mengambil botol minumnya, lalu meneguk sedikit.

“Kamu banyak tanya.”

Jay tertawa pelan.

“Berarti bener, kan?”

“Benar apanya?”

“Enggak.”

Hana menggeleng, tapi senyumnya belum hilang.

Mereka duduk di sebuah gazebo yang letaknya agak masuk dari jalan utama. Sore belum terlalu ramai. Beberapa anak sekolah sesekali melintas di jalan depan, lalu menghilang di tikungan. Dari halaman rumah orang-orang, suara televisi bercampur dengan bunyi piring dan sendok yang sedang dibereskan.

Jay duduk dengan kedua tangan bertumpu di lutut. Sesekali ia melihat Hana, lalu kembali memandang jalan.

“Hana.”

“Hm?”

“Kalau nanti libur sekolah kamu mau kemana?”

“Tidur.”

Sudut bibir Jay terangkat. Ia menggeleng sambil memainkan rambutnya yang lepek.

“Serius?”

“Iya. Bangun, makan, tidur lagi.”

“Masa gak bosen?”

“Daripada capek.”

“Terus kalau aku ajak jalan?”

Hana menoleh.

“Ke mana?”

“Belum tahu.”

“Terus mau ngajak ke mana?”

“Ya nanti dipikirin.”

Hana menutup mulutnya sebentar, lalu kembali menatap jalan.

“Ngajak orang jalan aja enggak punya tujuan.”

“Yang penting orangnya mau dulu.”

“Siapa bilang aku mau?”

Bibir Jay bergerak sedikit ke atas.

“Tapi belum bilang enggak mau.”

Hana hendak menjawab ketika terdengar suara langkah dari arah jalan setapak. Jay tidak langsung menoleh. Hana juga masih memegang botol minumnya. Sebuah suara kemudian terdengar dari belakang mereka.

Lihat selengkapnya