Stasiun Baru

Topan We
Chapter #21

Semakin Curiga

“Kamu masih ketemu si Hana?” tanya Deri suatu malam.

Jay sedang menggulung sinar gitar yang kusut.

“Masih.”

Dani yang duduk selonjoran di teras mengangkat alis.

“Terus bapaknya gimana?”

“Enggak tahu.”

“Kalau ketemu lagi gimana?”

Jay berhenti menggulung kabel.

“Ya tinggal ketemu aja.”

Fahmi yang sejak tadi memainkan tutup botol di lantai menyahut.

“Wah makin nekat aja.”

“Terus?”

“Dulu baru disindir kaya gitu udah galau.”

Jay meletakkan senar di sampingnya.

“Sekarang udah enggak.”

“Gitu dong.”

Jay menyalakan rokok.

“Asal jangan ketahuan. Aman.”

Deri langsung tertawa pendek.

Jay mengembuskan asap rokoknya ke udara bebas. Wajah kemenangan tidak tampak di sana. Ia hanya terlihat lelah, seperti orang yang sengaja berjalan ke arah yang salah, atau khilaf.

Lihat selengkapnya