STAY OR LEAVE?

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #4

4. LO MAU NGGAK NIKAH SAMA GUE?

Malam itu seperti biasa, Arham berpesta di sebuah Diskotik dan tentu saja setelah itu dia akan memilih satu dari wanita yang menemaninya untuk ia tiduri. Berpindah ke kamar Hotel mewah Arham bercumbu dengan wanita bayarannya itu. Mereka menghabiskan malam bersama melupakan semua masalah yang ada, bercinta merupakan hal biasa untuk Arham, itu adalah salah satu cara dirinya bersenang-senang.

Keesokan pagi, saat dirinya dan sang wanita penghibur masih tertidur. Pintu Hotel terbuka dengan ibunya dan dua anak buahnya masuk.

Hartati mengeraskan rahang melihat kelakuan anaknya, dia menoleh pada perempuan yang hanya berbalut selimut itu, “Pakai bajumu dan pergilah,” perintah Hartati dengan begitu menyeramkan, anak buahnya dengan cepat memberikan segepok uang pada wanita itu.

Wanita itu tersenyum dan buru-buru pergi. 

Sedangkan Arham yang baru terbangun kesal, “Ah, ini masih pagi,” protesnya sambil memegangi kepalanya yang pusing.

“Sadar Arham, kalau ayahmu tahu kamu akan kena masalah. Carilah wanita yang benar, menikahlah.” 

Arham berdengus kesal, dia seketika bangun dan memakai bajunya, “Saya tidak ingin menikah. Keinginan saya untuk menikah sudah hilang.”

Hartati menarik napasnya menahan amarah, “Jangan jadi orang yang bodoh, hanya karena satu wanita kamu jadi seperti ini,” dia lalu melemparkan sebuah foto, “Temui perempuan itu dan cobalah untuk berkencan.”

Arham melempar foto itu, “SAYA TIDAK MAU! SUDAH SAYA KATAKAN SAYA TIDAK MAU.”

“Pergi atau kamu tahu apa yang akan saya lakukan. Perempuan itu masih ada di sekitar sini, jadi mudah untuk saya.”

Arham merapatkan giginya, “Ok, ok. Saya akan pergi. Puas?”

Setelah mendengarkan jawaban anaknya Hartati pun pergi, dengan senyum kemenangan dia telah menekan anaknya sendiri dengan kejam. Sedangkah Arham hanya bisa marah, dia menendang nakas yang ada di dekat tempat tidur kasar.

***

Di kantor Coral Stone Indonesia mereka berkumpul. Duduk berhadap-hadap membuat Mawar dan Prabu saling melemparkan pandangan tajam dan sinis. Di ujung sana duduk Direktur Utama PT. Coral Indonesia yang bernama Hasan. Karena kesepakatan telah dibuat dan semua setuju mereka akan melakukan penandatanganan berkas. 50% keuntungan akan menjadi milik PT. Transmining yang dikelolah oleh Mawar dan 50% lagi akan menjadi milik PT. Gold Iron Indonesia. Berpose bersama sebagai dokumentasi, senyum canggung keluar dari wajah mereka semua. Mawar sebenarnya masih belum ikhlas dengan kesepakatan yang ada, tapi mau bagaimana lagi, pria sialan di sampingnya membuat dia tidak punya pilihan.

Berjalan keluar berdampingan, Prabu yang merasa dirinya sedikit berlebihan mencoba untuk menjalin hubungan dengan baik, “Karena kita sudah bekerja sama, mari kita menjadi rekan yang kompak,” ucap Prabu sembari menjulurkan tangannya.

Mawar tersenyum, “Semoga tidak ada kecurangan,” tutur Mawar menerima jabat tangan Prabu. 

Mereka berdamai dan tidak ada perasaan mengganjal lagi, selesai berjabat tangan Mawar berbalik badan dan pergi. Berjalan dengan perasaan lega tapi berat, dia dibuat terhenti oleh suara pesan yang masuk.

Pesan dari Helmi itu bertuliskan, “Dia sudah menunggu di Restoran, kamu lebih baik segera menemuinya.”

Lihat selengkapnya