Still, I Rise

Arzam Perdana Lubis
Chapter #3

Perjalanan yang Tidak Sesederhana Rencana

CHAPTER 3

"Tidak semua perjalanan dimulai dengan harapan. Sebagian dimulai dari keputusan sederhana untuk terus melangkah."

Pada pukul 07.05 pagi, rombongan akhirnya berkumpul di depan pintu masuk stasiun. Ada dua belas mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut, termasuk beberapa anggota organisasi yang baru dikenal Arden.

Nadira berdiri di tengah mereka sambil memeriksa daftar peserta.

“Okay, semuanya sudah lengkap. Sebelum masuk, gue mau ingetin lagi. Kita ke sana bukan buat jalan-jalan doang. Ada kegiatan pendampingan usaha kecil, jadi tolong jaga sikap dan jangan sibuk sendiri.”

“Kalau dokumentasi buat Instagram gimana?” tanya seorang mahasiswa dari belakang.

“Boleh. Tapi minta izin dulu kalau mau foto warga. Jangan sampai kita datang buat membantu, malah bikin mereka nggak nyaman.”

Arden mengangguk kecil. Ia menyukai cara Nadira menjelaskan sesuatu. Tidak berlebihan, tetapi jelas.

Setelah memastikan semua orang siap, mereka masuk ke stasiun dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta menuju Bandung. Beberapa mahasiswa duduk berkelompok, sementara yang lain sibuk dengan ponsel masing-masing.

Arden mendapatkan kursi dekat jendela. Di sebelahnya, Lucien langsung meletakkan tas dan mengeluarkan sebungkus makanan.

“Lu nggak capek apa makan terus?” tanya Arden.

“Gue disini sambil menjaga kestabilan energi juga bro wkwk.”

“Alasan.”

“Jangan iri sama orang yang punya persiapan matang.”

Arden menggeleng, lalu memandang ke luar jendela.

Bangunan-bangunan kota bergerak perlahan meninggalkan pandangannya. Semakin jauh kereta berjalan, semakin banyak hamparan sawah, rumah-rumah sederhana, dan pepohonan yang terlihat di sepanjang jalur.

Ia menyukai pemandangan seperti itu. Ada sesuatu yang menenangkan ketika melihat dunia terus bergerak tanpa meminta siapa pun untuk menjelaskan apa yang sedang mereka rasakan.

“Lu sering jalan-jalan?” tanya Lucien tiba-tiba.

“Jarang.”

Lihat selengkapnya