CHAPTER 7
"Melakukan hal yang benar tidak selalu membuat hidup lebih mudah. Terkadang, justru hal itu membawamu langsung ke badai yang tak pernah kamu duga."
Arden tiba di rumah ketika malam sudah cukup larut.
Setelah mandi dan makan seadanya, ia duduk di meja belajar. Laptopnya menyala, menampilkan file laporan kegiatan yang harus disusun. Di sebelahnya terdapat buku catatan akuntansi, kalkulator, dan segelas air putih.
Ia mulai kembali bekerja.
Data peserta diperiksa kembali. Bukti pengeluaran dipisahkan berdasarkan jenis transaksi. Catatan yang belum memiliki bukti pendukung diberi keterangan agar bisa dikonfirmasi oleh pihak terkait.
Arden tidak ingin mengulangi kebiasaan orang-orang yang menganggap angka bisa disesuaikan begitu saja hanya agar laporan terlihat rapi.
Baginya, laporan yang baik bukan laporan yang tidak memiliki masalah. Laporan yang baik adalah laporan yang menjelaskan keadaan sebenarnya, termasuk ketika ada hal yang belum diketahui.
Pada pukul 22.16, ia akhirnya menyelesaikan draft awal.
Arden mengirimkan file itu kepada Dorian dengan pesan singkat yang menjelaskan bagian mana saja yang masih menunggu konfirmasi.
Setelah itu, ia menutup laptop dan mengambil buku catatan kecil dari dalam tas.
Buku yang sama yang ia gunakan untuk menuliskan tiga tujuan hidupnya pada awal semester.
Ia membaca kembali kalimat yang ditulisnya sendiri.
I owe myself a better life.