STS: Scars to Stars

Rubyla
Chapter #20

BAB 20: Perangkap Tiga Layar

Operasi teror taktik dimulai tepat pukul delapan malam dari markas STS.

Layar monitor laptop Kak Nabila memancarkan barisan kode berlatar hitam. Di sekelilingnya, kami bertujuh berkumpul dengan binar mata tegang bercampur antusias.

"Oke, perang psikologis dimulai," gumam Kak Nabila seraya menyunggingkan senyuman licik. Jemarinya menekan tombol Enter.

Strateginya sungguh jenius. Kak Nabila tidak mengirimkan video perundunganku—karena hal itu akan langsung mengarahkan kecurigaan padaku. Sebaliknya, ia mengirimkan tiga link phishing unik yang disesuaikan dengan kebiasaan dan kelemahan masing-masing bawahan Cindy.

Di ponsel Kevin—yang dikenal penggila game online—masuk pesan singkat berkedok undang uji coba skin game langka gratis. Di ponsel Mely, masuk promosi palsu diskon barang kosmetik mewah. Sedangkan di ponsel Reva, masuk link rumor akun gosip seputar tren baju impor.

TINK!

"Masuk satu! Ponsel Kevin jebol!" seru Kak Nabila histeris.

Layar monitor pertama mendadak berubah, menampilkan rekaman live dari kamera depan ponsel Kevin. Angle kamera bawah (low angle) itu menampilkan wajah Kevin dari dekat—lengkap dengan lubang hidungnya yang besar, ketombe di rambutnya yang berantakan, serta ekspresi kebingungan seraya mendekatkan matanya ke layar HP.

“Buset! Angle kamera depannya Kevin bikin bengek! Lubang hidungnya kelihatan semua!” gelak Kak Rizky heboh seraya menunjuk layar.

“Gilaaa! Canggih banget otak Kak Bibil!” puji Johan dengan mata berbinar-binar takjub, terpukau melihat peretasan tingkat tinggi di depan matanya.

Tak sampai lima menit kemudian—

TINK! TINK!

Dua layar monitor lainnya menyala bersamaan!

Layar kedua menampilkan angle kamera depan Mely yang sedang memakai masker wajah putih tebal di kamarnya seraya mengoleskan lip balm di bibirnya, sementara layar ketiga memperlihatkan Reva dengan angle samping kamera depan, panik mematut diri dan merapikan poni rambutnya seraya menatap layar ponsel.

“Tiga-tiganya resmi masuk jebakan!” seru Kak Nabila seraya bertepuk tangan puas.

Begitu sistem peretasan terhubung penuh, Kak Nabila langsung menyedot data galeri dan folder obrolan rahasia dari ketiga ponsel tersebut. Saat jemarinya mengacak-acak arsip foto tersembunyi milik Mely, sebuah folder bertajuk [Simpanan] mendadak menarik perhatiannya.

KLIK!

Di layar monitor Kak Nabila, mendadak terbuka puluhan foto strip obat berwarna perak dengan logo khusus, dipadu tangkapan layar obrolan transaksi uang bernilai jutaan rupiah.

"Eh, sebentar… Ini foto obat apaan nih?" tanya Kak Nabila dengan dahi berkerut heran.

Kak Jessie memajukan tubuhnya, menatap layar dengan mata berkedip cepat. "Lho? Gue kayak pernah lihat obat itu di kelas deh!"

Kak Rizky juga langsung memajukan tubuhnya menempel rapat ke layar. Matanya membelalak lebar. "Anjrit! Ini Ritalin atau yang biasa dipanggil Smart Pill!"

"Hah? Ritalin? Smart Pill? Obat apaan tuh?" tanya Johan bingung.

"Itu obat keras psikotropika terbatas penambah konsentrasi!" sahut Kak Rizky dengan nada dokter-nya yang mendadak keluar. "Sering disalahgunakan pelajar buat memicu fokus belajar pas mau ujian. Tapi kalau dikonsumsi tanpa resep medis, bahayanya bisa bikin gagal jantung dan depresi berat!"

"Gila... Jadi mereka jualan obat penambah konsentrasi dosis tinggi di sekolah?!" gumam Kak Jessie tak percaya.

Kak Nabila menepuk mejanya keras-keras dengan binar mata puas. "Dapat lo! Ternyata ini rahasia paling gelap geng mereka: Cindy jualan obat terlarang di sekolah pakai tangan tiga bawahannya!"

Tanpa buang waktu, Kak Nabila langsung menyusun skenario adu domba paling mematikan. Bukti foto transaksi rahasia Smart Pill itu langsung diunggah oleh Kak Nabila ke media sosial menggunakan akun bodong rahasia dan langsung viral. Karena bukti obrolan dan transaksi rahasia itu hanya dimiliki oleh lingkaran internal mereka berempat, benih saling curiga langsung meledak hebat!

Melalui tiga layar monitor yang diretas Kak Nabila, kami menyaksikan kepanikan luar biasa menghantam ketiganya saat notifikasi unggahan itu muncul di ponsel mereka.

Lihat selengkapnya