STS: Scars to Stars

Rubyla
Chapter #22

BAB 22: Jeritan di Zebra Cross

Di dalam markas STS yang mendadak hening, peringatan dari Kak Gavin masih menggantung dingin di udara, menyisakan desiran cemas di dalam dada kami masing-masing.

"Gimana kalau kita bocorin sekalian rahasia bisnis ayahnya Cindy?" seru Johan mendadak, memecah keheningan seraya menopang dagu di atas meja. "Kalau ayahnya juga diselidiki polisi, kekuasaan dan uangnya nggak akan bisa lagi dipakai buat nyelamatin Cindy dan gengnya."

Kak Nabila membelalakkan matanya kaget. "Lo mau kita langsung triple shoot?! Gue bisa-bisa aja sih membongkar dokumen suap sama pajak itu... Tapi risikonya bahaya banget nggak sih?!"

"Iya," timpal Kak Jessie dengan raut tegang. "Sebab saingan kita nanti bukan cuma anak-anak SMA lagi, tapi orang-orang berpengaruh di dunia bisnis. Pertanyaannya... apakah kita benar-benar siap?"

"Mereka tidak mungkin diam saja," tambah Kak Rizky dengan nada serius yang jarang diperlihatkannya. "Kalau sampai identitas atau lokasi kita ketahuan, kita harus siap menanggung konsekuensi hukum atau balasan dari orang-orang suruhan mereka."

"Tapi... ada satu hal lagi yang lebih mendesak," potong Kak Gavin. Pria berwajah teduh itu menatap lurus ke arah Johan, membuat fokus kami semua teralih padanya. "Video perundungan Yaya yang viral itu cuma ada di ponsel Johan. Cindy pasti langsung tahu kalau dalang utama di balik tersebarnya video itu adalah Johan."

"Bener kata Gaga," timpal Kak Rizky mengangguk cepat. "Untuk sementara waktu, lo harus ekstra hati-hati, Jo. Kita nggak tahu pergerakan atau rencana balasan dari pihak lawan."

Johan hanya menganggukkan kepalanya enteng, menyunggingkan senyum tipis seolah tak beban. "Gue bisa jaga diri. Nggak usah khawatir soal gue. Kita langsung share aja bukti korupsi bokapnya Cindy sekarang. Biar masalah ini cepat selesai sampai ke akar-akarnya."

"Beneran kita upload sekarang nih?" tanya Kak Nabila seraya menatap wajah kami satu per satu, meminta kepastian mutlak.

"Tapi... kalau nanti kita ketahuan gimana?" sela Kak Tasya pelan. Gadis yang biasanya amat pemalu dan jarang bersuara itu kini ikut memajukan tubuhnya.

"Kalau ketahuan... ya kita hadapi," sahut Kak Jessie mantap seraya memegang jemari Kak Tasya. "Tapi kita harus tetap mengungkap kebusukan keluarga itu. Bukan cuma buat memperjuangkan Keadilan Yaya, tapi juga buat mereka yang selama ini dicurangi sama bisnis haram mereka."

"Oke! Berarti kita upload malam ini!" seru Kak Nabila dengan binar mata membara. Kami semua mengangguk serempak dalam satu tekad yang bulat.

Malam itu, atmosfer di dalam markas STS berubah total menjadi mode perang digital.

Di sudut kanan, Johan, Kak Gavin, dan Kak Rizky berjaga di depan televisi layar datar, memantau saluran berita nasional. Sementara di meja panjang, aku, Kak Tasya, Kak Jessie, dan Kak Nabila fokus merapikan draf artikel investigasi serta melampirkan berkas bukti transaksi bodong yang siap ditembakkan ke media massa.

"Oke!! Semua draf udah rapi! Kita upload sekarang ya?!!" seru Kak Nabila tegas, jemarinya menggantung di atas papan ketik.

Johan, Kak Rizky, dan Kak Gavin langsung melompat dari sofa, berlari menghambur dan melingkari meja kerja Kak Nabila dengan napas tertahan.

TAK!

Kak Nabila menekan tombol Enter dengan gema renyah yang membahana. Barisan grafik loading meluncur cepat, menyebarkan ribuan dokumen rahasia itu ke seluruh jaringan media sosial dan portal berita online nasional.

"Selesai! Berhasil di-upload!" seru Kak Nabila. "Coba kalian cek berita di HP masing-masing!"

TINK! TINK! TINK!

Notifikasi berita utama (Breaking News) mendadak bersahut-sahut di seluruh ponsel kami.

"GILAAA! INI GILAAA!!" teriak Kak Rizky histeris seraya membelalakkan matanya membaca tajuk utama di layarnya. "KEREN BANGET WOY!!"

Johan ikut membuka ponselnya, matanya berbinar-binar penuh kepuasan. "WAH, GOKIL ABIS! HOT NEWS INI, HOT NEWS!"

"Oke, karena berita besar ini udah tersebar penuh, dunia bisnis saat ini dipastikan sedang gonjang-ganjing," ujar Kak Gavin kembali mengambil kendali forum. "Orang-orang suruhan keluarga Cindy pasti bakal menyisir seluruh jaringan buat mencari asal situs peretasan ini. Jadi untuk sementara waktu, Kak Bibil sama Johan harus ekstra waspada. Jangan terlalu banyak keluar atau menampakkan diri."

Lihat selengkapnya