Matahari pagi menyusup melalui celah tirai abu-abu di kamar utama, membawa serta aroma harum kopi hitam yang menguar dari arah dapur.
Naura melangkah keluar kamar dengan masih mengenakan piyama tidur bergambar kucing gemuk, rambutnya sedikit berantakan. Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya matahari. Di meja pulau dapur (kitchen island), Arka sudah duduk dengan balutan kemeja kerja rapi tanpa jas—siap berangkat ke kantor. Laki-laki itu tampak sedang membaca laporan di tabletnya sambil menyeruput kopi.
Begitu mendengar suara langkah kaki, Arka mendongak. Tatapannya langsung jatuh pada penampilan Naura dari ujung rambut sampai kaki. Alisnya berkerut dalam, garis rahangnya mengeras.
"Mana pakaian yang pantas?" tanya Arka datar, langsung to the point tanpa basa-basi mengucapkan selamat pagi. "Ini masih minggu pertama pernikahan kita. Di rumah ini ada ART yang datang setiap jam delapan pagi. Setidaknya hargai status kita dengan berpakaian lebih rapi."
Naura menguap kecil, sama sekali tidak tersinggung. Ia malah menarik kursi tepat di seberang Arka, lalu menyandarkan dagunya di atas tangan.