Suamiku Menikahi Adikku

Best Siallagan
Chapter #1

Gaun Pengantin

Lampu sorot butik memantul tajam pada cermin besar setinggi langit-langit. Di atas podium beludru merah, jemari Ratna bergerak pelan menelusuri untaian renda brokat di pinggangnya. Satin putih itu terasa dingin menyentuh kulit, tetapi ada kehangatan yang mendesir di dadanya setiap kali ia mengembuskan napas.

"Sedikit longgar di punggung, Mbak Ratna. Tapi tiga hari lagi penjahit kami akan menyelesaikannya dengan sempurna," ujar perancang busana di belakangnya sambil menyematkan jarum pentul dengan gerakan terlatih.

Ratna tersenyum tipis, menatap lurus ke arah pantulannya. Gaun itu melekat pas, memperlihatkan potongan leher sabrina yang anggun. Di lehernya melingkar kalung perak tipis dengan liontin kecil—hadiah ulang tahun dari Dion tiga tahun lalu yang tidak pernah ia lepas dari sana, bahkan saat tidur.

Empat belas hari lagi. Waktu yang mendebarkan sekaligus dinanti.

Selama enam bulan terakhir, hidup Ratna tersedot sepenuhnya ke persiapan ini. Mengurus katering, menyusun ratusan daftar undangan relasi bisnis, hingga merancang konsep dekorasi. Semua ia lakukan di sela jam kerja kantor yang padat tanpa mengeluh sedikit pun. Setiap kali lelah menyergap hingga pundaknya terasa kaku, ia hanya perlu melihat kalender meja dan tersenyum sendiri.

"Mbak beruntung sekali. Mas Dion kemarin waktu mengantar uang muka matanya tidak lepas dari sketsa gaun ini. Dia pasti terpesona saat hari H nanti," celoteh asisten butik yang sibuk merapikan bagian bawah gaun.

Dada Ratna kembali berdesir mendengar nama itu disebut. Dion adalah pria yang teratur dan pekerja keras. Pertunangan mereka setahun lalu adalah pembuktian bahwa hubungan yang mereka bangun dari nol akan bermuara pada kebahagiaan. Ratna membayangkan berjalan di altar, menggenggam jemari kokoh pria itu, dan memulai hidup baru di rumah minimalis yang mereka cicil bersama dari keringat sendiri.

"Ratna! Lama sekali, sih? Ibu sudah pegal menunggumu!"

Pintu ruang ganti digeser kasar. Wanita paruh baya dengan tas bermerek di siku lengannya masuk, diikuti gadis muda berambut bergelombang yang matanya sama sekali tidak beralih dari ponsel. Ibunya menatap gaun Ratna dari atas ke bawah dengan dahi berkerut dalam.

Lihat selengkapnya