SUARA YANG TEREDAM

Dariyanti
Chapter #1

Prolog

Dari luar, rumah Ardi tidak terlihat berbeda, cat temboknya tidak mencolok, pagar besinya tidak pernah terkunci sangat rapat, apalagi terlihat luar tidak terdapat ciri yang membuat orang mau bertanya lebih jauh. Orangt-orang yang lewat cuma mengeketahui satu hal di situ tinggal sebuah keluarga yang baik.

Pagi hari, pintu kadangkala terbuka lebih dini dari rumah yang lain. Suara tv atau radio samar terdengar dari dalam. Kadang juga terdapat tawa kecil yang keluar ke jalan lumayan buat membuat siapapun yang melalui merasa tidak terdapat yang butuh dicurigai.

Di lingkungan Ardi diketahui selaku laki-laki yang tegas tetapi baik. Tidak banyak bicara tetapi senantiasa nampak ketahui apa yang dilihat orang-orang menyebutnya bertanggungjawab, normal rapih rumahnya menjadikan cerminan, tidak berhamburan tidak terbuka, tidak pernah terlalu ramai. Serta, tidak terdapat yang benar-benar perlu dipertanyakan apa yang terdapat dibali kerutinan sangat tertib.

Di dalam rumah itu seluruh perihal berjalan dengan aturan yang sepatutnya. Makan pada waktunya, bicara seperlunya, tidak terdapat yang nampak kelewatan apalagi kalau seorang memilih untuk tidak banyak bicara, itu tidak dikira aneh, sebab di rumah semacam itu keheningan bukan ciri permasalahan keheningan merupakan bagian dari ketentuan, serta ketentuan tidak butuh dipaparkan

Hingga sesuatu hari, seseorang baru masuk ke dalam rumah itu, bukan selaku tamu, bukan selaku orang luar yang cuma singgah sebentar, tetapi selaku bagian dari struktur yang telah dianggap keluarga. Serta dari titik itu—rumah yang sepanjang ini nampak biasa, mulai membuktikan kalau tidak seluruh yang tertib berarti nyaman, tetapi pada awal mulanya tidak terdapat yang menyadarinya.

Lihat selengkapnya