Sulur Luka

FA NELA
Chapter #14

Bab 14: Mental Miskin

Keuangan Laila semakin menipis. Seluruh tabungan dan gaji terakhirnya dari Gaia Literra habis untuk biaya sewa perawat homecare sebelumnya. Lalu, sisa bantuan dari komunitas editor pun perlahan terkuras untuk ongkos bolak-balik ke rumah sakit dua bulan kemarin. Meski dokter sudah menyatakan Laila bisa kembali beraktivitas, tapi kegiatan Laila tetap terbatas. Dia belum sepenuhnya bisa keluar rumah dengan nyaman. Belum bisa naik motor tanpa duduk miring. Masih banyak keraguan yang membuatnya kesulitan mencari pemasukan. Sampai akhirnya Laila tergiur melakukan cara instan, ikut ikoy-ikoyan di media sosial, tanpa berpikir bahwa itu akan menyakiti hatinya lebih dalam.

Ikoy-ikoyan bukan tindakan mistis atau kriminal. Itu hanyalah tren yang booming sejak covid-19 melanda dunia. Mulanya ada seorang influencer di Instagram, yang berusaha berbagi dengan pengikutnya dengan cara memilih acak orang-orang yang hendak dia bantu. Ada yang berupa uang, pulsa, atau barang. Kebetulan, orang yang diberi tugas untuk membagi-bagikan bantuan tersebut adalah Ikoy, sang asisten si influencer, sehingga muncul istilah ikoy-ikoyan. Dari sana, influencer lain mulai ikut-ikutan menggunakan istilah tersebut untuk melakukan aksi yang sama, berbagi uang atau giveaway kepada netizen.

Cukup mem-follow akun media sosial si influencer, lalu meyukai postingan dan memberi komentar yang menyedihkan, Laila merasa bisa melakukannya. Dia melihat banyak orang tak tahu malu meminta-minta dibelikan ini-itu di kolom komentar, menceritakan tentang kesulitan mereka sampai menghambakan diri dengan harapan akan di-notice oleh si pemilik akun tersebut. Laila pun gelap mata sampai rasanya terseret arus, dia lupa sudah berapa banyak akun yang dia bombardir dengan kisah pilu soal penyakitnya. Semakin memilukan kisahnya, Laila yakin bisa menarik simpati si pemilik akun untuk memberikan uang tambahan. Namun, hal itu tak kunjung dia dapatkan.

Sampai di satu titik, Laila join ke dalam live streaming seorang influencer perempuan muda. Dia memberi opsi kepada penontonnya untuk memilih, apakah ingin diberikan skincare gratis bekas dirinya atau uang. Walaupun bekas, sebenarnya skincare tersebut adalah barang endorse-an yang hanya dipakai untuk bahan pembuatan konten di media sosialnya, bukan benar-benar bekas pakai si influencer. Sehingga banyak dari penonton live yang meminta skincare, sedangkan Laila kekeh meminta uang dengan dalih: jika diberi skincare mahal dan seandainya cocok, dia akan sulit membeli skincare tersebut untuk pemakaian sehari-hari ke depannya. Laila juga lebih butuh uang untuk pegangan selama belum mendapatkan pekerjaan. Tapi tentu saja, Laila menekankan kisah sedihnya sebagai alasan. Sampai si influencer merasa iba dan menyetujui, lalu meminta Laila memberikan nomor rekening melalui DM (Dirrect Message).

Melihat jumlah followers di influencer yang sudah puluhan ribu, Laila pikir kali ini dia akan kembali merasa di atas awan. Pasti dia akan mendapatkan transferan uang sekitar 200-500 ribuan rupiah. Membayangkan langkah selanjutnya yang akan Laila lakukan jika kali ini berhasil, akun publik figur mana lagi yang harus dia jejaki.

Ting!

Bersamaan dengan pop-up informasi uang masuk di m-banking-nya, si influencer itu juga mengirimkan screenshoot bukti transferan kepada Laila. Uang masuk Rp 20.000. Seketika hati Laila tak karuan.

 

<Akun @nonacantikxxx>

Segini cukup ya, Mbak. Semoga bermanfaat.

 

Lihat selengkapnya