Wicak mengangguk pelan ketika petugas mengizinkannya memasuki ruang forensik. Di dalam sana, seorang Dokter Forensik muda terlihat tengah melakukan pemeriksaan pada jasad sang menteri. “Siang, Dokter Ed,” sapa Wicak pada dokter muda dalam balutan seragam dinasnya. Setengah wajahnya tertutup masker dengan kacamata bertengger di hidung mancungnya. Edrian namanya, Dokter spesialis forensik yang berafiliasi dengan Bareskrim. Usianya memasuki 32 tahun. “Menemukan sesuatu?”
“Sebentar. Gue selesaikan dulu,” ucap Edrian melakukan jahitan untuk menutup tubuh jasad. Ia membersihkan tangannya sejenak sebelum mengarahkan Wicak ke ruangannya.
“Tadi sebelumnya, apa dugaan dari polisi?”
“Ada indikasi serangan jantung," ucap Edrian.
Dokter Edrian mengangguk pelan sambil membaca laporannya, “Gue baru dapat riwayat laporan kesehatan korban–” gumam Dokter Ed memutar layar komputer agar Wicak bisa melihatnya.
“Pakai BPJS?!” seru Wicak terkejut.
“Voila! Kalau lo dapat NIK para pejabat dan cari itu, lo akan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka terdaftar sebagai pengguna BPJS,” balas Edrian tersenyum tipis seolah sudah begitu hafal namun tak ada yang bisa diperbuat.
“Tapi mungkin lupain sejenak soal BPJS…” ucap Edrian men-scrolling layar hingga riwayat kesehatan sang menteri terpampang. “Ibu Menteri adalah penderita Hipotensi…”
“Darah rendah?? Kalau gitu, kecil kemungkinannya dong beliau kena serangan jantung?”
“No, penderita Hipotensi juga punya potensi untuk mengalami serangan jantung. Hanya saja, mekanismenya berbeda dengan penderita Hipertensi yang cenderung cepat dan faktor eksternal bisa sangat berpotensi pada penderita Hipertensi. Tapi Hipotensi berbeda. Untuk penderita Hipotensi, kekurangan darah dalam jantung itulah salah satu penyebab utama mereka bisa mengalami penyakit jantung karena jantung kekurangan oksigen atau kinerja jantung yang sangat lambat. Riwayat penyakit turunan dari keluarga, pola hidup tidak sehat, diabetes, itu beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung pada penderita Hipotensi," jelas Edrian membaca laporan kesehatan Bu Menteri.
“Berarti dia cenderung lebih ke faktor internal dan prosesnya lebih lambat dibandingkan Hipertensi?”