SUMPAH KALA

Snowflakemlet
Chapter #11

Praktek Klenik Pejabat

Damar melambaikan tangannya pada Wicak yang baru datang. Pria itu menghampiri dan duduk di satu meja yang sama dengan Damar, “Kenapa?” 

“Ada beberapa temuan terkait Bu Menteri yang cukup mengganggu dan rasanya gue harus share sama lo,” ucap Damar mengeluarkan sebuah map yang berisi hasil print tangkapan layar laman sosial media dan beberapa artikel yang ia telusuri bersama Jiwa semalam. “Semalem gue nemuin Jiwa dan kita ngobrol banyak hal soal ini. Gue nemuin dia karena memang dia punya background keilmuan terkait Antropologi dan kebetulan dia punya jurnal terkait praktek klenik di kalangan pejabat–”

“Lo menelusuri sampai ke sana?” ucap Wicak cukup takjub dengan usaha Damar.

“Sebenernya awalnya gue berniat untuk nulis rubrik terpisah terkait itu karena Polisi udah menutup kasus kematian Bu Menteri. Gue merasa udah nggak ada yang bisa ditelusuri lagi tapi beberapa hal masih mengganggu gue termasuk soal Kapolres yang spotted di sebuah pedesaan terpencil di Karanganyar dan kota itu adalah kota kelahiran Bu Menteri," jelas Damar.

“Ah, Pak Surya…iya gue denger dia lagi keluar kota makanya Wakapolres yang ngumumin kemarin.” 

“Apa ada acara khusus di sana?”

Wicak berpikir keras, “Gue bukan bawahannya langsung jadi gue nggak tahu dia ada jadwal atau nggak. Tapi kayaknya nggak ada event atau acara yang mengharuskan dia untuk ke desa terpencil?” 

“Bukan karena Pilkada atau katanya lagi ada bursa pergantian Kapolres baru…apa minta support–”

“Pilkada pasti ada agendanya. Untuk bursa pergantian Kapolres, dia cukup ngelobi orang-orang atas! Nggak perlu sampai turun ke desa terpencil, somewhere in Jawa?” ujar Wicak.

Lihat selengkapnya