SUMPAH KALA

Snowflakemlet
Chapter #15

Ajudan yang Hilang

“Hai!” sapa Jiwa ramah ketika ia membuka pintu apartemennya dan Wicak muncul di sana malam itu. Di dalam apartemen gadis itu, Damar sudah terlihat duduk di meja kerja Jiwa dan mengutak-atik aplikasi Google Meet di komputer gadis itu. Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja sebelum cuti panjang. 

“Dia tinggal di sini kah?” ucap Wicak menunjuk Damar.

“Cuma beda berapa unit aja. Mau minum apa?”

“Apa aja.”

“Air kobokan?” ledek Jiwa.

“Teh aja thanks,” balas Wicak tertawa sebelum bergabung bersama Damar. “Udah mulai kah?”

“Mereka lagi cari makan dulu katanya…mungkin sekitar 15 menit lagi,” balas Damar.

“Jadinya nginep bareng tuh berdua?” 

“Iya. Dokter Ed katanya udah beres autopsi dari jam 7 tadi. Jasad udah diterbangin ke Jakarta katanya…SENDIRIAN,” ucap Damar menekankan pada kata tersebut. 

Wicak mengernyitkan dahinya tak mengerti, “Bukannya emang sendirian–Thanks!” ucapnya ketika Jiwa muncul mengantarkan minuman. 

Damar menghela nafas dan menunjukkan foto anonymous yang diterima Adhis pertama kali, “Di acara wayangan ini, dia pergi sama ajudannya yang suka dampingin dia–” ujar Damar menunjuk layar.

“Ah, Tommy…iya dia emang selalu ngikutin Jenderal Surya kemana-mana.”

Damar kemudian memutar video evakuasi jasad Jenderal Surya yang dilakukan warga setempat, “Ajudannya nggak ada?”

“Mungkin nggak ke-detect kamera?” balas Wicak. Ia kemudian terdistraksi oleh foto close-up Sang Jenderal di galeri komputer Jiwa, “Lo dapet dari mana foto itu?”

“Akun anonymous yang pertama kali ngasih tahu kalau Pak Surya ada di sana ngirimin ini dan video evakuasi beliau ke editor gue. Dia recheck ke rekanannya yang lain, mereka juga terima email serupa tapi yang up artikel cuma beberapa media aja. Lo nggak dapet kah?”

“Ya dapet sih…tapi itu dari warga sekitar. Jadi kualitasnya–”

“Tapi iya deh, foto kamu iru HD dan precise banget kayaknya diambil dari atas–” gumam Jiwa berpikir sambil menunjuk foto tersebut. “Kayaknya nggak mungkin itu diambil sama warga desa sana."

“Right? Quality-nya lumayan bikin kepikiran.” 

Damar menatap foto itu dengan seksama lalu tak lama kemudian, notifikasi permintaan bergabung muncul di Google Meet-nya. Bhumi dan Edrian muncul di sana setelah Damar mengkonfirmasi nya.

Lihat selengkapnya