Hujan pecahan kaca menyambar dinding keramik putih ruang perawatan darurat, memantulkan pendar merah sirene ambulans di luar dan pendar keemasan dari Batu Wilis yang berada di dada Sekar. Bau bensin menyengat dari moncong sedan hitam yang membentur meja instrumen medis berpadu dengan hawa es bun upas yang bertiup masuk dari celah dinding yang hancur.
Pak Broto melangkah keluar dari kabin sedan yang ringsek. Wajah kirinya melepuh hitam akibat sengatan es gaib di kompleks Candi Arjuna, sementara matanya merah menyala dipenuhi pembuluh darah yang pecah. Di tangan kanannya, sebuah pistol berkaliber besar teracung lurus ke arah Banyu dan Sekar.
"Penghentian sumpah ini tidak akan pernah terjadi!" raung Pak Broto. "Trah Subroto harus musnah di sini!"
"Dokter! Tengkurap!" teriap satpam puskesmas yang mencoba menerjang maju dari pintu koridor.
DOOOMMM!
Pak Broto melepaskan satu tembakan tanpa menoleh! Peluru timah panas menembus bahu satpam tersebut, melempar tubuhnya tersungkur di atas lantai keramik bersimbah darah. Dokter Aris dan dua perawat wanita berteriak histeris, menjatuhkan diri ke balik bangkai meja besi yang terbalik.
Mbah Danu berdiri tegak di samping ranjang Sekar, meremas rosario kayu dan wadah kuningan berisi air tirta suci. "Broto! Kowe wis dikuasai racun Ki Rangga! Sadar, Broto!"
"Aku sadar sepenuhnya, Danu!" jerit Pak Broto gila. "Keluargaku mengabdi pada Ki Rangga selama tiga ratus tahun! Aku tidak akan biarkan pemuda ingusan ini menghancurkan warisan abadi kami!"
Jemari Pak Broto menekan pemicu pistol, mengincar kening Sekar yang terbaring kaku!
Aku tidak akan biarkan dia menyentuh adiku!
Dengan sisa-sisa tenaga di dalam otot kakinya yang tertembak, Banyu melempar tubuhnya ke atas ranjang Sekar! Ia memeluk tubuh kecil adiknya erat-erat, menjadikan punggungnya yang bersimbah darah sebagai perisai manusia!
DOOOMMM!
Peluru meluncur membelah udara!
Namun, tepat sebelum peluru itu menembus punggung Banyu, Batu Wilis yang berada di dalam dekapan Banyu dan Sekar meledak melepaskan pendar cahaya keemasan yang amat dahsyat!
CRANGGG!
Peluru timah panas melenceng kencang dihantam kubah cahaya suci, menancap dalam di langit-langit beton ruangan!