Sunset Serenade In The Motherland

Song Rinrin
Chapter #4

Kerjasama yang Baik

Hujan yang semakin deras membuat suasana semakin menegangkan. Mereka bersembunyi di balik pohon besar, berusaha menghindar dari derasnya air yang mengguyur.

"Kapten, kita harus segera mencari tempat yang lebih aman!" seru Sertu Adit terlihat khawatir saat melihat Tim Jurnalis wajahnya tampak pucat karena kelelahan.

Seharian ini mereka terus-menerus diguyur air hujan dan mereka juga baru sampai di Kalimantan. Namun, mereka harus kembali bekerja tanpa beristirahat sama sekali.

"Banjir semakin meluas, Kapten," lanjut Sertu Adit.

"Baiklah, kita akan mencari tempat yang lebih tinggi. Rindu, kamu dan tim-mu harus tetap bersama saya. Jangan sampai terpisah. Dengarkan aba-aba dari saya, jangan sampai lengah sedikit pun."

Rindu tam menyangka, Bagas masih begitu peduli padanya—bahkan di tengah situasi yang sangat sulit ini. Walau ia tahu, rasa pedulinya mungkin sebagai bentuk pertanggung jawabannya sebagai seorang Kapten yang harus melindungi seluruh tim-nya, tanpa membeda-bedakan.

"Kapten, kami akan tetap bersamamu."

Bagas mengangguk, matanya menatap Rindu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kita harus segera bergerak cepat. Hujan semakin deras. Kita harus menemukan tempat yang aman sebelum malam tiba," tegas Bagas sambil menatap ke arah sekelilingnya dengan mata menyelidik.

Mereka pun bergerak sambil menerobos hutan rimba yang lebat. Air banjir menggenangi jalan, hingga membuat mereka harus berjuang keras untuk melewati rintangan.

"Kapten, ada orang di sana!" teriak Serka Joni, menunjuk ke arah sebuah pohon yang tumbang.

Mereka pun langsung berlari ke arah pohon tersebut. Di sana, mereka menemukan seorang wanita tua yang terjebak di antara reruntuhan. Semua tim langsung mencoba untuk mengambil puing-puing bangunan yang runtuh itu, agar mereka bisa membantu seseorang yang terjebak di sana.

"Ibu, apa yang terjadi?" tanya Rindu seraya menghampiri wanita tua tersebut setelah berhasil meng-clearkan area yang penuh dengan pepohonan tumbang.

"Saya terjatuh dan kaki saya terkilir, Mbak," jawab wanita tua itu dengan suara yang terdengar lemah.

"Tenang, Bu. Kami akan membantu," tutur Bagas yang langsung bergegas menghampiri wanita tua tersebut.

Bagas dengan sigap memeriksa luka wanita tua itu. Ia kemudian mengambil kain dari tasnya dan membalut luka wanita tua tersebut dengan telaten, setelah memberikan pertolongan pertama dengan memberikan obat merah ke arah kaki yang terluka.

"Kita harus membawanya ke tempat yang aman. Rindu, kamu dan tim-mu bantu saya. Serda Yanto, bantu, Mbak Rindu!" ujar Bagas memberi perintah.

"Siap, Capt!"

Rindu mengangguk dengan cepat dan segera membantu wanita tua itu dengan dibantu Serda Yanto untuk memapah ibu tersebut secara perlahan. Mereka pun bergotong royong untuk membawa wanita tua tersebut ke tempat yang lebih aman.

Hujan deras mengguyur hutan Kalimantan dan menghantam pepohonan. Air sungai meluap hingga menerjang desa-desa di sekitarnya. Tim penyelamat TNI AD yang dipimpin Bagaskara pun berjibaku menyelamatkan warga yang terjebak banjir. Di tengah bencana dahsyat ini, Rindu bersama tim-nya dari media News Life tetap hadir untuk meliput tragedi ini, walau tubuh mereka terasa lelah, dan dengan keadaan basah kuyup.

Anak buah Bagaskara pun mencoba untuk membersihkan jalanan yang terhalang oleh reruntuhan bangunan dan tumpukan sampah tanpa rasa lelah sedikit pun. Melihat Anggota Angkatan Darat saling bekerja sama, Rindu tak lupa mengabadikan moment tersebut.

"Aryo, Dito, Andin, abadikan moment di sana!" teriak Rindu memberi perintah.

"Oke, Mbak!" seru Andin, Dito, dan Aryo yang langsung mengabadikan moment kerja sama yang penuh drama itu.

"Kapten, situasi semakin memburuk. Kita harus segera evakuasi warga di Desa," ujar Serka Joni hingga membuat Bagas melirik ke arah sekelilingnya yang dipenuhi oleh korban-korban banjir bandang yang tampak kedinginan dan penuh luka.

"Saya sudah menghubungi tim dari posko pusat, mereka akan segera datang dan meng-evakuasi semua warga. Serka Joni, jika tim posko pusat datang, bawa mereka semua ke tempat yang lebih aman. Saya akan mengecek kembali hutan ini dan memastikan agar tidak ada yang tertinggal."

"Siap, Capt!" ujar Serka Joni dengan lantang.

"Saya akan tinggal di sini bersamamu untuk melakukan pengecekan ulang, Capt!" tutur Seru Adit berinisiatif.

Lihat selengkapnya