Symphony After the Storm

Natasya Regina
Chapter #12

12. Sangat Indah Untuk Disampaikan

Malam itu, Seana pulang dengan langkah penuh kebanggaan dan kebahagiaan setelah mendapatkan gaji dari penampilannya di acara pernikahan. Meskipun lelah, hatinya dipenuhi rasa syukur dan harapan baru. Sesampainya di rumah, suasana tenang malam menyelimuti, dan dia segera mendekati neneknya yang sedang duduk santai di ruang keluarga.

Seana berjalan dengan perlahan, lalu merangkul neneknya, menahan tangis yang mulai mengalir. Air mata tidak bisa tertahan saat ia menumpahkan semua perasaannya. Nenek Sari, yang awalnya terkejut, segera merangkul cucunya dengan lembut. "Kamu kenapa, Nduk?" tanya Nenek dengan nada panik, mencoba mencari tahu penyebab tangisan Seana.

"Aku…" Seana terisak, suaranya tidak stabil karena isak tangis. "Aku akan ke ibukota, Nek."

Nenek Sari menatap Seana dengan kebingungan. "Kenapa? Ada apa?" tanyanya, tidak mengerti sepenuhnya apa yang sedang terjadi.

Dengan sobekan suara dan air mata yang masih membasahi pipinya, Seana akhirnya berkata, "Aku lolos audisi dan segera berangkat ke ibukota Aku akan bergabung di label Eclipse Entertainment, Nek."

Nenek Sari mengerutkan dahi, berusaha memahami apa yang baru saja dikatakan oleh cucunya. "Ini beneran? Apa kamu yakin ini benar?" tanyanya dengan raut wajah yang campur aduk antara keheranan dan kebanggaan.

Seana mengangguk penuh keyakinan. "Iya, Nek. Aku ikut audisi online di Eclipse Entertainment dan baru saja mendapatkan email yang ngasih tahu kalau aku lolos jadi peserta trainee di sana. Nanti, aku akan menjalani masa pelatihan sebelum akhirnya debut sebagai penyanyi."

Mendengar penjelasan itu, Nenek Sari memeluk Seana dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua berpelukan erat, merasakan momen penuh emosi dan kebanggaan yang mendalam.

"Tabungan dari kerja part time aku sudah cukup untuk berangkat ke sana, Nek," ujar Seana, mencoba meyakinkan neneknya. "Di sana juga sudah disediakan asrama gratis, jadi aku tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hotel atau kos-kosan. Makan juga sudah ditanggung."

Nenek Sari, meskipun masih merasa cemas, akhirnya bisa tersenyum dengan penuh haru. "Jadi, kamu sudah siap semuanya? Ini adalah langkah besar, Nduk."

"Ya, Nek. Minggu depan aku akan berangkat, dan aku sudah memesan tiket sendiri. Semua sudah dipersiapkan dengan baik. Aku hanya perlu fokus pada latihan dan persiapan untuk debut nanti," kata Seana dengan penuh tekad.

Malam itu, mereka duduk berdua dalam keheningan yang penuh makna, menikmati momen kebersamaan sebelum Seana memulai perjalanan barunya. Nenek Sari menatap cucunya dengan penuh bangga dan doa terbaik, sementara Seana merasa siap menghadapi tantangan baru yang ada di depan.

***

Hanya seminggu lagi, Seana akan menjalani rutinitas sekolah seperti biasa sebelum memulai perjalanan baru di ibukota. Ia telah mendapatkan izin untuk bersekolah daring, yang berarti ia akan meninggalkan sekolah ini untuk mengejar cita-citanya sebagai penyanyi. Saat Seana berdiri di depan guru dan teman-temannya, suasana terasa hangat dan penuh harapan.

“Jaga diri baik-baik di sana, Seana,” ujar Bu Guru, tersenyum penuh dukungan. “Kami senang mendengar semangatmu untuk meraih cita-cita.”

Lihat selengkapnya