TAHTA

Deasy Astari Dawangga
Chapter #8

BAB 8: PENGHIANATAN


Fajar hampir tiba, rombongan Laksa sudah sampai di tempat kesepakatan. Mereka berhasil lolos dari serangan dingin dan kabut yang membungkus waktu jelang esok ini.

Di tempat lain, masing-masing dari Tim Revan dan Dhika sudah bersiap bersama tiap-tiap Tim Netral yang datang untuk men-timer keberangkatan mereka. Dipastikan lomba ini akan benar-benar bersih dari kecurangan, meski tidak berlaku untuk cara yang digunakan. Lomba ini tetap sportif, dengan kesamaan jarak yang harus ditempuh dan waktu untuk memulainya.

“Oke, dengarkan baik-baik. Semoga kalian puas dengan hasilnya nanti,” kata perwakilan Tim Netral di tempat Revan. Ia berbicara dengan ponsel yang aktif meng-call dengan Perwakilan yang ada bersama Tim Dhika, mereka menghubungkan panggilan itu. Loud speaker masing-masing aktif, sehingga dari kedua tim bisa mendengar suara satu arah itu dengan jelas.

“Setelah saya mulai menghitung mundur, nyalakan semua kendaraan kalian. Pada detik ke-satu, kejarlah kemenangan yang kalian pertaruhkan ini!” lanjutnya sebelum memberi aba. Semua mengangguk mengerti. Laki-laki itu menutup mata sebentar sambil menarik napas dalam.

Dan jangan lagi membuat kokonyolan seperti ini!

“Saya mulai!” ucapnya membuat suasana mulai memanas.

Revan dan Dhika masing-masing juga menutup mata, berdoa. Tidak disangka hari ini benar-benar akan terjadi. Tidak ada lagi kesempatan untuk kedua kali. Hari inilah, kemenangan sudah ditentukan. Tidak akan ada kata penyesalan, yang akan datang adalah penerimaan.

“Tiga.”

“Dua.”

“.....”

“.....”

“Satu!”

Semua motor itu melesat, berlomba mengejar matahari terbit. Masing-masing orang yang baru bertugas dalam pemberangkatan itu sama-sama berembus lega, dan sama-sama tersenyum mendengar deru motor semakin menjauh.

Pasukan Revan hanya tinggal beberapa, sedikit kewalahan melewati jalan terjal yang menghadang. Ternyata, ini sedikit sulit dari yang tim mereka bayangkan. Sementara Dhika dan pasukannya yang masih utuh, juga menghadapi hal serupa. Bedanya, saat masa persiapan kemarin misi Tim Dhika adalah membuka dan memermak jalan, sementara Tim Revan adalah sibuk memotong jalur. Jadi, Tim Dhika tertolong kerja keras mereka saat ini.

Pasukan Revan tiba di tempat Resya sedikit molor dari waktu yang ditentukan. Mereka pun mempercepat pergerakan. Adit sudah siap di kursi kemudi, Revan dan semua anggota segera masuk untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Resya yang memang bukan inti dari tim mereka sudah memutuskan untuk tidak ikut di dalam mobil. Ia akan menyusul bersama Tera yang kebetulan sanggup dengan tugas tambahan untuk pengawasan motor mereka. Tidak menunggu lama, setelah mobil Presma usai, mobil pick up yang dibawa Tim Netral untuk mengangkut motor-motor itu tiba. Tera menyerahkan semua yang ditinggalkan kepada mereka dan kembali menyusul Presma.

Lihat selengkapnya