Blurb
Lima tahun yang lalu mereka meninggalkan Medan, karena jalinan cinta yang ‘salah" di mata keluarga. Doli dan Sandrina saling mencintai, tetapi menikah adalah ‘haram" menurut adat, karena mereka berasal dari marga yang sama.
Keputusan itu membuat mereka kehilangan segalanya. Sandrina, arsitek yang tengah bersinar , kehilangan karier, rumah, keluarga, bahkan hak untuk disebut anak. Doli juga menanggalkan kemewahan sebagai pewaris dari papa yang kaya raya.
Kini, sebuah kejadian memaksa mereka pulang.
Ayah Sandrina sakit parah. Mamaknya tak lagi mampu berjalan tanpa kursi roda. Bersama Doli dan putri kecil mereka, Maryana Namora, Sandrina kembali menginjak rumah yang pernah mengusirnya tanpa belas kasihan.
Akankah rumah itu menyambut mereka dengan maaf, atau justru kemarahan belum juga usai?
Dulu ia diusir bukan hanya karena sakitnya perasaan ayah dan mamak, tetapi menyangkut semua keluarga, kehormatan, harga diri, dan masa lalu yang nyaris menghancurkan sebuah keluarga.
Berapa harga yang harus dibayar untuk tetap mencintai seseorang? Kalau mencintai seseorang begitu menyakitkan, bolehkah kita memilih lahir menjadi sosok lain?
Dan jika cinta membuatmu kehilangan rumahmu sendiri, pantaskah kau memilih bertahan?
Tak Ada Cinta Seperti Ini adalah sebuah novel tentang cinta yang ditolak adat, keluarga yang retak oleh gengsi, dan seseorang yang harus memilih antara pulang. . . atau tetap menjadi asing di rumahnya sendiri.
---
Disclaimer:
Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, orang, hanya kebetulan. Cerita ini tidak bermaksud merendahkan adat istiadat suku tertentu.