Tak Ada Cinta Seperti Ini

Risna Dabliyuti
Chapter #1

Prolog

Medan, April 2026

Medan tak pernah terasa sepanas ini, meskipun Sandrina sadar sepanjang bilangan usianya, cuaca panas inilah yang selalu menemani kesehariannya. Tapi hari ini, Medan terasa lebih membakar. Anehnya, tangannya justru terasa beku.

Medan, gumamnya, selalu punya cara untuk menyambut seseorang yang bahkan sudah hidup puluhan tahun di kota ini menjadi sosok asing.

“Semua akan baik-baik saja, Sandri,” tangan Doli yang besar dan hangat mengunci jemari Sandrina. Sebuah isyarat bisu: Aku ada, kita hadapi bersama.

Di dekapan Doli, Maryana Namora terisak manja. Gadis kecil itu mencari perlindungan di dada bidang papanya, mencari rumah ternyaman setelah belasan jam melintasi awan. Melbourne - Singapura, Singapura – Medan, perjalanan lintas benua pertama gadis empat tahun itu sejauh ini.

 Dan Maryana kecil tidak tahu, bahwa di kota ini, namanya yang diambil dari nama sang ompung boru papa, nenek dari papa, terukir di atas gedung rumah sakit megah, namun kehadirannya mungkin tak pernah diinginkan oleh garis silsilah keluarga.

Kepulangan ini bak sebuah perjudian. Lima tahun pelarian di Melbourne seharusnya sudah cukup untuk menghapus jejak. Namun, satu telepon dari Medan meruntuhkan segalanya. “Ayah sakit parah, Kak Sandri. Mamak juga sudah sebulan ini tidak bisa jalan tanpa bantuan kursi roda.”

“Kakak pulanglah!” suara Ovi, adik bungsunya terdengar sangat cemas. Sandrina tak tahan. Ia mengemas pakaian dan mencari koper yang sudah lama tersimpan.

 Doli, seperti biasa, mengangguk, seperti sadar sejak lama bahwa ini akan terjadi. “Kita pulang.” Ia menenangkan Sandrina yang sudah terisak. “Kita hadapi bersama.”

Lihat selengkapnya