Tak Ada Lagi Kita

Asri Lestari
Chapter #26

Bab 25. Sebuah Kesempatan

Sebulan sudah berlalu sejak hari perkenalan itu. Rutinitasku masih berjalan seperti biasa, kos, kantor, bertemu klien, rumah Ana, atau kadang mampir ke rumah Mas Bayu. Itu-itu saja.

Yang sedikit berbeda hanyalah pesan-pesan singkat dan sesekali obrolan via telepon dengan Kania. Ya, nama Kania pun masih jadi bahan obrolan hangat di kantor selama sebulan terakhir. Seperti siang ini.

Aku baru saja menutup laptop, bersiap keluar kantor untuk makan siang, ketika Ana menghampiri sambil membawa planner tebal di tangannya.

“Bang, jangan lupa besok ketemu klien untuk bahas kegiatan outbound karyawan PT. Serayu Nirwana Realty, ya. Jam 10 pagi. Lokasinya pindah ke Jimbaran, tepatnya di Kayumanis Resto,” ucapnya santai.

“Kenapa pindah lokasi?” tanyaku penasaran.

“Aku nggak nanya sih, Bang. Mungkin biar Bang Danu bisa sekalian ketemu Kania.”

Ana tiba-tiba melirik penuh arti, bibirnya tersenyum jahil.

“Ana…”

Salim langsung menimpali dengan tawa.

“Bagus tuh. Masa udah sebulan kenal masih telepon-teleponan doang.”

Aku mengusap wajah, setengah malu, setengah kesal karena lagi-lagi jadi sasaran empuk.

Belum sempat aku membalas, pintu kantor terbuka. Seorang pria berjaket kulit masuk dengan langkah mantap.

“Mas Bayu? Ngapain di sini?”

Kami jelas tidak ada janji siang ini.

Bukannya menjawab, Mas Bayu malah menyeringai lebar lalu menepuk bahuku keras-keras.

“Jadi Danu lagi sibuk teleponan sama siapa akhir-akhir ini?”

Pertanyaannya langsung membuat suasana memanas. Ana menahan tawa, sementara Salim sudah terbahak.

“Itu lho, Mas,” sahut Ana, “Bang Danu lagi PDKT sama temanku.”

Mas Bayu menaikkan alis, matanya berbinar penuh minat.

“Alhamdulillah. Akhirnya Danu move on. Mana fotonya coba, lihat?”

Aku mendengus. “Mas, jangan ikut-ikutan deh.”

Mas Bayu malah tertawa lepas, lalu menarik kursi dan duduk seenaknya di dekat meja kerjaku.

Lihat selengkapnya