Beruntung mobilku mogok di tepi jalan. Aku segera keluar dan membuka kap. Asap panas langsung mengepul, membuat wajahku terasa perih. Mungkin gara-gara radiator kering. Sepertinya aku lupa mengeceknya karena terlalu sibuk belakangan ini.
Bagaimana ini? Aku bisa saja menunggu mesin dingin lalu mengisi ulang air radiator. Namun tidak ada jaminan mobil tidak bermasalah lagi di tengah jalan. Rasanya lebih aman jika mobil dibawa ke bengkel untuk diperiksa, tapi pasti memakan waktu yang tidak sebentar.
Bagaimana dengan janjiku? Pukul delapan tidak lebih dari sejam lagi. Aku memutar otak, mencari solusi cepat. Lalu satu nama terlintas: Salim. Kosnya tidak terlalu jauh dari sini.
Tanpa pikir panjang, segera kuambil ponsel dan menekan nomornya.
“Lim, tolong aku. Mobilku mogok. Bisa ke sini sekarang? Aku ada janji penting jam delapan malam ini,” kataku terburu-buru begitu telepon tersambung.
“Waduh! Mogok di mana, Mas?”
“Dekat Seminyak, baru jalan beberapa ratus meter dari pantai. Tolong ke sini, ya. Bantu aku bawa mobilnya ke bengkel.”
“Ya sudah, aku ke sana sekarang. Kirim lokasinya, Mas.”
Aku langsung mengangguk meski dia tak bisa melihat. “Oke, aku kirim sekarang. Cepat ya, Lim. Aku utang budi besar kalau ini berhasil.”
“Tenang aja. Tunggu aku sebentar lagi, ya.”
Telepon terputus. Aku segera mengirim lokasi, lalu berdiri di samping mobil, menatap jalanan yang semakin ramai. Dalam hati, aku hanya bisa berharap Salim benar-benar tiba secepat mungkin.
Lima belas menit berlalu. Aku gelisah menunggu Salim yang tak kunjung datang. Padahal, dari kos Salim ke sini mestinya tak lebih dari sepuluh menit.
Jam di ponselku sudah menunjukkan pukul 19.20 WITA. Sudah bisa dipastikan aku akan terlambat memenuhi janjiku. Sungguh disayangkan, kejadian seperti ini justru terjadi di janji makan malam pertama kami.
Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Kania terlebih dahulu.
“Halo. Sudah sampai, Bang?” suara Kania langsung menyambut begitu sambungan terhubung.
“Belum. Maaf ya, ada sedikit masalah. Mobilku mogok. Aku masih menunggu teman untuk mengurusnya. Setelah itu aku segera meluncur ke sana. Tapi kemungkinan aku akan terlambat dari waktu yang dijanjikan.”
“Posisi Bang Danu di mana sekarang?”
“Seminyak.”