Tak Semua Kisah Harus Selesai #EdisiMelati

Gwen Zea
Chapter #11

Rumah sakit

Laki-laki itu terbaring lemah di sebuah ranjang kecil dengan wajahnya yang pucat. Selang infus masih terhubung di punggung tangan kanannya. Tubuh itu terlihat lebih kurus dari terakhir kali aku melihatnya. Bagian bawah matanya gelap, wajahnya tampak lelah, seperti kurang tidur.

Ia dirawat di ruangan 8 orang. Ketika masuk tadi, aku melihat semua ranjang terisi oleh pasien yang masing-masing memiliki seseorang untuk menemani mereka. Setiap tirai terbuka sebagai pembuka akses untuk berbincang satu sama lain. Hanya satu yang tertutup dari segala sudut. Sebuah ranjang yang terletak di sebelah kiri paling ujung, dekat dengan jendela. Tempat dimana laki-laki itu berbaring seorang diri.

Ia tersenyum padaku yang kini berdiri dekat dengan tiang infus. Tirai bagian depan yang sempat ku buka setengah itu, sudah ku tutup kembali karena mendapati sorot matanya yang tidak nyaman. Satu hal yang membuatku tidak mengerti, suara perbincangan orang-orang di ruangan ini mendadak senyap ketika aku tiba dan menghampiri Sakha. Hingga rasanya aku tidak berani bersuara, seakan satu kata yang keluar dari mulutku akan langsung sampai di telinga mereka.

"Gimana kabarmu?" tanya Sakha lebih dulu.

Pertanyaan yang seharusnya muncul dari seseorang yang tengah menjenguk seorang pasien. Justru pertanyaan itu terlantun begitu saja dari pasien itu sendiri. Sedikit memalukan.

Aku mengangguk pelan dengan perasaan canggung, "Baik..." lalu keadaan kembali hening.

Ah. Sial. Mengapa keadaannya begini?

"Maaf baru memberitahumu, aku takut kamu khawatir," ujar Sakha dengan suara yang sepertinya sengaja ia keraskan.

Jika boleh jujur, kalimatnya terdengar aneh di telingaku. Maksudku, tidak masalah jika dia tidak melakukannya. Ku pikir hubungan kami yang akhir-akhir ini memburuk cukup untuk menjadi alasan. Entahlah, apa aku tidak punya hati dengan berpikir seperti ini? tapi itulah yang ku rasakan.

"Oh, y-ya, tidak apa-apa. Gimana kondisinya sekarang? Apa kata dokter?"

"Udah membaik. Aku emang punya masalah jantung sejak kecil, tapi gapapa kok."

Lihat selengkapnya