Judul Novel
Takdir Menemukan Kita
Sebuah Novel tentang Persahabatan yang Tak Pernah Kehilangan Jalannya
Prolog
Ada orang yang datang ke dalam hidup karena pilihan.
Ada pula yang hadir karena kebetulan.
Namun, ada sedikit orang yang dipertemukan oleh sesuatu yang lebih besar daripada keduanya: takdir.
Takdir bekerja dengan cara yang sederhana. Ia tidak selalu menghadirkan pertemuan yang panjang atau langsung menjadikan dua orang sebagai sahabat. Kadang ia hanya memberikan satu hari, satu percakapan singkat, atau bahkan hanya sebuah senyuman. Lalu membiarkan waktu menyimpannya hingga bertahun-tahun.
Begitulah kisah Arif Rahardi dan Bagas Zulfikar.
Mereka berasal dari dua sekolah dasar yang berbeda di Kecamatan Sukapura.
Arif adalah siswa SDN 2 Sukaresik.
Sedangkan Bagas menempuh pendidikan di SDN 1 Rancabogo.
Mereka tidak tinggal berdekatan. Jalan menuju rumah mereka dipisahkan oleh hamparan sawah, kebun, dan perbukitan. Hampir tidak ada alasan bagi keduanya untuk saling mengenal.
Namun suatu pagi, ketika seluruh siswa Pramuka dari berbagai SD berkumpul mengikuti Upacara Pramuka Gabungan se-Kecamatan Sukapura, takdir mulai menuliskan halaman pertamanya.
Di bawah rindangnya pohon mahoni, dua anak laki-laki yang sama-sama kelelahan setelah mengikuti upacara memilih duduk berteduh.
Tak lama kemudian, mereka membeli semangkuk es doger dari pedagang keliling yang mangkal tak jauh dari lapangan.