BAB 2
Satu Sekolah, Dua Kelas
Karang Resik, Juli 2012
Empat tahun telah berlalu sejak pertemuan singkat di bawah pohon mahoni.
Waktu perlahan menghapus banyak kenangan masa kecil.
Arif Rahardi kini bukan lagi anak SD yang mengenakan seragam Pramuka setiap hari Jumat. Ia telah tumbuh menjadi remaja yang pendiam, bertanggung jawab, dan mulai menyukai pelajaran Matematika.
Sementara itu, Bagas Zulfikar tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri. Senyumnya masih sama seperti dulu, tetapi kini ia dikenal sebagai siswa yang mudah bergaul dan aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
Tanpa mereka sadari, takdir kembali mempertemukan keduanya.
Kali ini bukan di lapangan Pramuka.
Melainkan di SMPN 2 Karang Resik.
Namun, takdir seolah masih ingin menguji kesabaran mereka.
Saat pembagian kelas di tahun ajaran baru, Arif ditempatkan di Kelas VII A, sedangkan Bagas berada di Kelas VII C.
Mereka sama-sama menjadi siswa baru.
Berjalan di koridor yang sama.
Mengikuti upacara Senin di lapangan yang sama.
Belajar di sekolah yang sama.
Tetapi tidak pernah benar-benar bertemu.
Koridor sekolah yang panjang sering kali mempertemukan ratusan siswa setiap hari. Namun di antara begitu banyak wajah, Arif dan Bagas selalu luput saling menyapa.
Mungkin mereka pernah berpapasan.
Mungkin pula pernah berdiri bersebelahan saat upacara.
Namun keduanya sudah tidak lagi mengingat wajah yang pernah duduk bersama di bawah pohon mahoni.
Setahun berlalu begitu cepat.
Kini mereka naik ke kelas VIII.
Hari pertama masuk sekolah setelah liburan terasa ramai.
Suasana halaman SMPN 2 Karang Resik dipenuhi siswa yang saling bercerita tentang pengalaman liburan.