Takdir Menemukan Kita

Ezra Jo
Chapter #5

Bab 4 - Janji di Ujung Perempatan

BAB 4

Janji di Ujung Perempatan

Karang Resik, November 2013


Musim hujan mulai menyelimuti Kecamatan Karang Resik. Pagi-pagi yang biasanya cerah kini sering disambut kabut tipis dan rintik hujan. Jalan menuju SMPN 2 Karang Resik tampak basah, sementara dedaunan di sepanjang jalan memantulkan butiran air yang berkilau diterpa cahaya matahari.

Bagi Arif Rahardi dan Bagas Zulfikar, cuaca bukanlah alasan untuk mengurangi semangat bersekolah.

Seperti biasa, mereka bertemu di depan perpustakaan sebelum bel masuk berbunyi. Setelah saling menyapa, keduanya berjalan menuju kantin untuk membeli roti dan susu.

"Eh rif ntar kita jadi kan belajar kelompok nanti sore?" tanya Bagas.

"Jadi dong, di rumahku saja ya. Besok ada ulangan IPA," jawab Arif.

"Siap." Ujar Bagas.

Persahabatan mereka semakin dikenal oleh seluruh sekolah.

Guru-guru sering melihat mereka saling membantu.

Jika Bagas kesulitan mengerjakan Matematika, Arif selalu menjelaskan dengan sabar.

Sebaliknya, ketika Arif harus tampil berbicara di depan kelas, Bagas selalu memberinya semangat agar lebih percaya diri.

Bagi mereka, persahabatan bukan hanya tentang berjalan bersama, tetapi juga saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Setiap pulang sekolah, mereka selalu berjalan kaki bersama hingga sebuah perempatan jalan yang menjadi titik perpisahan.

Perempatan itu sederhana.

Di salah satu sudutnya terdapat warung kecil yang menjual gorengan dan minuman hangat.

Di sisi lainnya berdiri pohon beringin tua yang telah puluhan tahun menjadi peneduh para pejalan kaki.

Dari sanalah jalan mereka mulai berbeda.

Arif harus mengambil jalan ke arah Sukaresik.

Sedangkan Bagas menuju Rancabogo.

Lihat selengkapnya