BAB 7
Perpisahan yang Menjadi Awal Baru
Karang Resik, Juni 2015
Tak terasa, tiga tahun perjalanan di SMPN 2 Karang Resik telah sampai di penghujungnya.
Koridor sekolah yang dahulu terasa asing kini dipenuhi kenangan. Ruang kelas, kantin, perpustakaan, hingga perempatan jalan tempat Arif Rahardi dan Bagas Zulfikar selalu berpisah setiap sore, semuanya telah menjadi bagian dari perjalanan persahabatan mereka.
Hari itu adalah hari pengumuman kelulusan.
Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi siswa kelas IX yang datang bersama orang tua mereka. Wajah-wajah tegang terlihat di mana-mana. Ada yang tersenyum, ada pula yang terus berdoa dalam hati.
Arif datang lebih awal.
Beberapa menit kemudian, Bagas menghampirinya.
"Deg-degan gak?" tanya Bagas sambil tersenyum.
"Sedikit." Jawab Arif
"Aku juga." Kata bagas pelan.
Mereka saling menepuk bahu, mencoba menguatkan satu sama lain.
Tepat pukul sembilan pagi, Kepala Sekolah naik ke atas panggung.
Beliau memberikan sambutan singkat sebelum membacakan hasil kelulusan.
"Anak-anak, hari ini bukanlah akhir perjalanan kalian. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih besar. Kami bangga karena seluruh siswa kelas IX tahun ini dinyatakan lulus seratus persen."
Seketika tepuk tangan memenuhi halaman sekolah.
Beberapa siswa bersorak gembira.
Ada pula yang memeluk orang tuanya dengan haru.
Arif dan Bagas saling menatap, lalu berjabat tangan erat.
"Selamat, Gas."
"Selamat juga, Rif."