Takdir Menemukan Kita

Ezra Jo
Chapter #9

Bab 8 - Persahabatan yang Tak Terpisahkan oleh Jarak

BAB 8

Persahabatan yang Tak Terpisahkan oleh Jarak

Karang Resik - Sukapura, Oktober 2015


Tiga bulan telah berlalu sejak Arif Rahardi dan Bagas Zulfikar memasuki SMA yang berbeda.

Kehidupan mereka mulai dipenuhi rutinitas baru.

Arif harus berangkat lebih pagi menuju SMA Negeri Harapan Karang Resik. Perjalanan yang cukup jauh membuatnya terbiasa bangun sebelum matahari terbit.

Di sisi lain, Bagas menikmati hari-harinya di SMA Negeri Bhakti Sukapura. Ia mulai aktif mengikuti organisasi sekolah dan dikenal sebagai siswa yang ramah.

Meskipun demikian, ada satu hal yang tidak pernah berubah.

Setiap malam, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, mereka selalu menyempatkan diri saling berkirim pesan.

"Sudah belajar?"

"Besok ada ulangan?"

"Jangan lupa istirahat."

Pesan-pesan sederhana itu menjadi penghubung yang menjaga persahabatan mereka tetap hangat.

Suatu hari di akhir pekan, Arif mengayuh sepedanya menuju rumah Bagas di Rancabogo.

Jalan yang dilalui dipenuhi hamparan sawah hijau. Angin membawa aroma tanah yang baru saja diguyur hujan semalam.

Sesampainya di rumah, Bagas langsung menyambutnya di halaman.

"Wah, akhirnya datang juga!"

"Kangen, Gas." Kata Arif sambil memeluk Bagas

"Aku juga." Sahut Bagas

Mereka tertawa sambil masih berpelukan.

Ibu Bagas kemudian mempersilakan Arif masuk.

"Arif, sudah lama tidak ke sini. Ayo, makan dulu."

"Terima kasih, Bu." Arif tersenyum

Suasana rumah terasa hangat. Bagi Arif, rumah Bagas sudah seperti rumahnya sendiri.

Sore harinya, mereka berjalan menyusuri jalan desa.

Mereka melewati sawah, sungai kecil, dan kebun-kebun yang mulai menghijau setelah musim hujan.

Lihat selengkapnya