Takdir Menemukan Kita

Ezra Jo
Chapter #10

Bab 9 - Surat yang Mengubah Segalanya

BAB 9

Surat yang Mengubah Segalanya

Karang Resik, Februari 2016


Waktu terus berputar.

Arif Rahardi dan Bagas Zulfikar kini telah menjalani semester kedua di kelas X SMA. Kesibukan mereka semakin padat. Tugas sekolah, kegiatan organisasi, dan persiapan berbagai perlombaan membuat mereka tidak lagi bisa bertemu setiap akhir pekan.

Namun, persahabatan mereka tetap terjaga.

Mereka masih saling mengirim pesan dan sesekali berbincang melalui telepon pada malam hari.

Suatu pagi, wali kelas Arif memasuki ruang kelas sambil membawa beberapa lembar amplop berwarna cokelat.

"Anak-anak, sekolah mendapat program Sahabat Pena Nusantara. Kalian akan dipasangkan dengan siswa dari sekolah lain untuk saling berkirim surat selama beberapa bulan."

Seluruh siswa tampak antusias.

Di zaman ketika telepon genggam mulai banyak digunakan, menulis surat terasa seperti sesuatu yang istimewa.

Arif menerima satu amplop kosong.

Namun pikirannya justru tertuju pada seseorang.

"Kenapa harus menulis kepada orang yang belum dikenal?" batinnya.

"Aku ingin menulis kepada sahabatku."

Sepulang sekolah, Arif membeli sebuah kertas surat bergambar pemandangan.

Malam harinya, ia mulai menulis.

Untuk Sahabatku, Bagas Zulfikar.

Mungkin surat ini terasa kuno di zaman sekarang. Padahal aku bisa saja mengirim pesan lewat ponsel. Tapi aku ingin suatu hari nanti kamu bisa membuka kembali surat ini dan mengenang perjalanan kita.

Masih ingat pohon mahoni dan es doger itu?

Kalau dipikir-pikir, lucu juga ya. Pertemuan yang hanya beberapa jam ternyata mampu bertahan hingga bertahun-tahun.

Lihat selengkapnya