Tale of Two

AlexSF
Chapter #7

07. Hening Ratri Sebelum Fajar

Malam itu, sekitar pukul 10, Sarah masih terbangun.

Ia kesulitan tidur. Sedari tadi, ia berusaha untuk tidur lebih awal, tapi tetap saja sulit dilakukan.

Sementara itu, teman sekamarnya, Sophia sudah tertidur pulas.

Ia sudah mencoba memejamkan mata berkali-kali. Membalik bantal. Mengganti posisi. Bahkan sempat berbaring di lantai karena merasa kasurnya terlalu hangat.

Tetap saja, matanya enggan tertutup.


"Hah... Kalau begini caranya... Besok bisa-bisa aku meninggal..." Gumamnya pelan. "Mana besok kegiatan orientasinya padat banget lagi..."

Pikirannya kembali melayang-layang.

Tapi, satu hal yang terus-menerus menghantuinya.

Siswa rambut pirang itu...

Pelukannya yang mendadak...

Caranya meneriakkan namanya...

Mengingatnya saja membuatnya agak merinding, tapi ia sekaligus penasaran.

"Bisa-bisanya..."

Ia mendesah pelan, lalu duduk di kursi belajarnya.

"Oh iya."

Ia teringat sesuatu.

"Kalau tidak salah... Di ruang rekreasi ada dispenser air panas..."

Tanpa pikir panjang, ia segera mengambil satu bungkus susu bubuk instan dengan rasa stroberi dari salah satu kontainernya.

Ia meraih mug, membuka pintu perlahan agar tidak membangunkan Sophia, lalu berjalan menyusuri lorong asrama yang temaram.

Ruang rekreasi berada di persimpangan asrama laki-laki dan perempuan.

Terlihat lampu ruang rekreasi masih menyala.

"Masih ada orang yang bangun ternyata..."

Ia masuk ke dalam ruang rekreasi, ternyata masih ada beberapa siswa yang masih bangun.

Beberapa siswa duduk tersebar. Ada yang mengobrol pelan. Ada yang sekadar menatap kosong sambil memegang minuman hangat.

Sarah berjalan ke dispenser, menuang air panas ke dalam mug, lalu mengaduk susu stroberinya perlahan.

Aroma manisnya naik perlahan.

"Ah..." Hidungnya mencium aroma susu hangat dengan tenang.

Ia meminum susunya sedikit. Lalu...

"Eh...?" Matanya menangkap sosok yang familiar.

Seorang siswa laki-laki duduk di sudut ruangan, membaca buku tebal dengan senyum kecil.

Rambut pirang.

Itu kan…

Seolah merasakan tatapan, siswa itu menoleh.

“Ah—”

Mata mereka bertemu.

Hanya sepersekian detik.

Sebelum Sarah membuang pandangan dan berbalik hendak pergi.

“A-anu! Tunggu!” suara itu memanggil.

Alex berdiri terlalu cepat hingga kursinya sedikit bergeser.

Beberapa kepala langsung menoleh.

Sarah berhenti, tapi tidak berbalik sepenuhnya.

Lihat selengkapnya