Tale of Two

AlexSF
Chapter #8

08. Orientasi DImulai

Pukul 04.00.

Alarm meraung memecah sunyi asrama.

Beberapa siswa terlonjak dari tempat tidur. Beberapa lainnya masih setengah bermimpi, mencoba memahami dunia yang mendadak terasa terlalu terang dan terlalu bising.

"5 MENIT! GANTI KE SERAGAM OLAHRAGA!"

Suara seorang instruktur menggema dari ruang tengah.

Mata berat.

Tubuh dingin.

Sebagian masih setengah bermimpi.

Namun mereka semua dipaksa untuk bangun dengan cepat, tanpa persiapan apapun, bahkan hanya untuk sekedar mengumpulkan nyawa.


5 menit kemudian...


"STOP! SEMUANYA KELUAR, BERDIRI DI SAMPING PINTU KAMAR!"

Tak lama setelah komando tersebut, seluruh siswa berlarian keluar dari kamarnya.

Terlihat beberapa tali sepatu yang belum terikat sempurna.

Rambut yang masih berantakan.

Nafas belum stabil.


"POSISI SIAP!"

Para instruktur mulai masuk, memeriksa kamar satu per satu.

Sunyi.

Lalu tiba-tiba...

"SISWA SARAH MILLER DAN SOPHIA!"

Seorang instruktur wanita berdiri di ambang pintu kamar mereka.

Sarah dan Sophia menoleh bersamaan.

"Apa ini!?"

Ia mengangkat mug Sarah yang belum dicuci.

Sarah mengangkat tangan.

"Itu milik saya."

"Kenapa kotor? Ini bekas apa?"


"... Susu. Saya membuat susu semalam. Belum saya cuci."

"Turun, push-up 10 kali."

Sarah hendak membuka mulutnya, tapi...

"Tambah jadi 20!"

Dengan agak menggerutu, ia turun ke lantai. Dingin pagi buta merambat dari ubin ke telapak tangannya.

"Kenapa cuma nonton?" Katanya pada Sophia. "Ayo, kamu juga turun!"

"A-ah, iya!" Sophia dengan gugup, refleks menjawab lalu push-up di sebelah Sarah.


“Yang lain tetap posisi siap! Siapa bergerak, tambah lima!”

Satu kesalahan kecil. Dua puluh hukuman.

Beberapa siswi yang lain ada yang terlihat menahan tawa. Ada juga yang sempat melirik sedikit tapi segera mengalihkan pandangan, takut menjadi korban berikutnya.


Sementara itu...

Pak Conall Braun, wali kelas 1-III, memasuki kamar Alex dan Gustaf.

Radio Gustaf, beserta sekrup dan barang-barang kecil lainnya, masih berserakan di atas meja.

"Perintilan apa ini!?" Tanya Pak Braun tegas.

"Siap, pak! Itu milik Gustaf!" Jawab Alex, disusul dengan Gustaf yang melirik kesal.

"Gustaf, apa betul itu milikmu?" Tanya Pak Braun pada Gustaf.

"S-siap. Betul pak!" Jawab Gustaf agak gemetar.

"Kenapa tidak kau bereskan? Push-up, 10 kali!"

Lihat selengkapnya