Taleweaver

Duntres
Chapter #2

Mana yang lebih dingin

Seorang pria bersama tiga wanita duduk melingkar di sekitar api unggun. Kehangatan inilah yang paling mereka cari setelah kedinginan yang mereka alami. Mereka mendengar rintihan suara monster perempuan bergema di seluruh hutan.


"Kukira Revenir adalah dongeng. Melihatnya langsung, seakan-akan aku masuk ke dalam dongeng," ucap Janet.


"Kalau dia bergerak dari awal ..." ucap Caleb getir.


Jensen kembali dengan lumuran darah yang tentunya bukan miliknya. Dia kembali dengan sekantong kepala Torn Smile.


"Apakah guild sanggup membayar? Monster sebanyak ini ... berapa emas, ya?" ucap Erica.


"Aku serahkan pada kalian. Emasnya untuk kalian saja," ucap Jensen.


"Oi, bedebah!"


"Hmm ..." Caleb meninju Jensen dengan cukup keras; Jensen masih berdiri dengan keras.


"Kalau saja kau bergerak dari awal, mereka semua pasti masih hidup," ucap Caleb sedih.


"Di mana kesenangan dalam hal itu? Cukup ayunkan pedang atau gerakkan tanganku, mereka mati dengan mudah," ucap Jensen.


"Kau ..." ucap Lizzy terbata.


"Kau bilang untuk tidak menghalangiku, maka aku tidak menghalangi. Jadi, Caleb, kematian mereka ada di tanganmu. Kau yang tidak kompeten, yang tidak tahu kekuatan monster ini dan nekat pergi. Kau bodoh!" ucap Jensen. Caleb hanya terdiam dan bergetar.


"Mudah mengatakannya kalau kau punya tubuh abadi," ucap Lizzy.


"Oh? Kalau kau bisa membuatku berdarah dan mati, akan kuberikan semua emas di Gunung Lamprós," ucap Jensen. Dia memanggil Roxy, burung hantu raksasanya.


"Orang bernama Randy itu telah dimakan Torn Smile. Saat ini, semua Torn Smile di hutan ini sudah kubunuh. Seharusnya kalian baik-baik saja sekarang." Jensen lalu terbang menunggang Roxy.

......................................

"Semua Torn Smile di hutan telah kubunuh. Apa lagi?" tanya Jensen kembali kepada Damarr di Kastil Anthos.


"Tidak hanya Torn Smile, eh? Bahkan kudengar ada lima korban," ucap Damarr.


"Aku memburu monster, bukan menyelamatkan manusia. Lagi pula, aku hanya menurut ketika dibilang jangan menghalangi," ucap Jensen.


"Memang salahku. Sentimenmu perlahan-lahan mati. Kau menjadi apa yang kau buru. Sudahlah. Kerajaan Pitys meminta tolong kepadaku: seekor naga biru di Laut Aegle," ucap Damarr.

Lihat selengkapnya