Taleweaver

Duntres
Chapter #3

Angel Who Laughed


Mereka ada ratusan. Kumuh, jelek, belenggu hitam menggigit pergelangan mereka. Kantung tebal menutupi kepala mereka. Suara daging yang terkoyak, terdengar sangat renyah


Bau karat, busuk, sangat kental hingga membuat mereka muntah di dalam kantung kepala mereka. Darah segar melumuri kaki telanjang mereka.


Ketika kantung kepala mereka dibuka, wajah wajah suram menatap dibalik jeruji. Lalat berterbangan, lewat didepan gigi kuning dan senyum yang buruk seburuk-buruknya senyum.


Ini adalah penjara Insomnia.


seorang bodoh mencoba berlari. Sebuah tangan elastis yang panjang, membelit kepalanya seperti membelit tubuh yang terkasih. Tengkoraknya pecah dan meletus. Isi otaknya masih terselip di jari jari jahanam itu.


Sang pemilik lengan maju. Badannya tegap dan besar. Satu lengan kurus bagai mayat, yang satu lagi dibebani oleh gada putih yang besar. Helm yang penyok, menyatu dengan tengkorak kepalanya


"Kerja bagus, Bastard," Penjaga tertawa, dan mendorong para tahanan baru seperti daging mentah


Rambut ikal hitam. 28 tahun


"Well, well. Jenderal Jensen, orang yang menaruhku didalam sel ini," senyum tak ikhlas dikeluarkan oleh seorang pemuda


Mata Jensen masih kosong. Dia hanya melirik


"Kau dari pertempuran GatĂșla."


"Benar. Aku harusnya menyerah. Mulut kotorku ini harusnya menerima tebasan pedangmu. Lebih baik dibandingkan membusuk di lubang neraka ini."


Jensen mematung


Dia melihat halaman kosong di buku dan mulai menulis.


Penjara ini bukan tempat untuk pertobatan.


Bukan untuk membanggakan kejahatan.


Bukan tempat untuk memenuhi nafsu binatang yang membuat pria memburu sesama.


Jika setelah tiga hari, seorang pria masih punya pikiran semacam itu, maka itu adalah sebaik-baiknya pikiran.


Disini, Pria hanya memikirkan satu hal : Cara mereka mati


Bunuh Diri?


Ditusuk dari belakang?


Di tangan penjaga?


Atau Bastard?


Pilih kematianmu sendiri, Tahanan.


Pena Jensen berhenti. Dia menatap setiap tulisan, seakan akan memanggil setiap kepingan ketakutan atau ingatan dari kehampaan pada dirinya.

Lihat selengkapnya