Taleweaver

Duntres
Chapter #6

Janji Kepada Raja Gunther

Sudah lima ribu tahun, Jensen sudah tak lagi menghitung tahun-tahun pendek. Kali ini dia akan bertanya pada orang-orang: sudah tahun berapa ini?


Seribu tahun ini dia masih melihat Elis di mimpinya, namun frekuensi itu semakin jarang. Benua Mavro sudah bersih. Damarr pasti akan bahagia.


Kini dia terbang bersama Roxy. Aneh pikirnya: yang di atas, langit masih sama. Tak ada yang berubah dalam waktu lima ribu tahun ini. Sedangkan yang di bawah, bumi. Dia melihat benua-benua yang mulai memisahkan diri, melihat bagaimana orang membicarakan mati seakan-akan itu hal mudah, membicarakan kalau dalam waktu lima puluh tahun lagi dunia akan tetap damai. Dia suka berada di langit, seakan-akan langit adalah kawan bisu yang tak pernah berubah—kawan yang berjanji dengan gestur jari kalau dia tidak akan berubah selamanya. Kawan bisu hanya bisa mendengar. Dia butuh seorang kawan yang bisa bicara. Maka dia pergi ke Benua Roz, pergi menuju bongkahan es yang bahkan menyamai kerajaan.


"Raja Gunther," sapanya.


"Jensen, kau seorang Revenir sekarang. Apa lagi yang kau tunggu? Ayo bunuh aku," ucap Raja Gunther.


"Maukah kamu menunggu lima belas ribu tahun lagi?" ucap Jensen.


"Aku telah hidup lebih lama dari Armen. Apa artinya dua puluh ribu tahun itu?" ucap Raja Gunther.


"Maaf jika aku membuatmu menunggu," ucap Jensen.


"Ceritakan padaku, Nak," Raja Gunther menggunakan sihir. Tiba-tiba saja dia jadi seorang lelaki muda berambut putih dan bermata biru.


"Kuharap aku bisa lebih sering tidur," ucap Jensen.


"Aku juga, haha."


"Kau mau mendengarkan ceritaku? Cerita tentang pertama kali aku bertemu dirinya," ucap Jensen.


Lihat selengkapnya