TANAH KERAMAT MBAH DIRMAN

Oleh: Laili Rachmawati

Blurb

Mbah Dirman adalah tuan tanah di sebuah desa. Beliau menurunkan hampir 3 hektar tanah untuk keturunannya. Beliau tidak membedakan keturunan laki-laki dan perempuan, semua dibagi sama rata dengan status hibah. Beliau juga tak lupa memberikan sepetak tanah untuk wakaf musholla desa.

Mbah Dirman selalu berpesan pada anak cucu untuk tidak menjual, karena harga tanah tiap tahun naik, beliau mengantisipasi agar keturunannya memiliki modal utama berupa tanah untuk tempat tinggal mereka nantinya. Betapa mulianya beliau mengatur masa depan keturunannya agar tidak menjadi tuna wisma.

Seiring berjalannya waktu, generasi cucu beliau tidak sepaham dengan pemikiran Mbah Dirman. Zaman sudah beda, pemikiran pun juga beda. Ada beberapa cucu yang memiliki keinginan untuk merantau, maka tanah warisan tersebut pun dijual untuk menjadi modal merantau. Namun siapa sangka, setelah menjual tanah warisan tersebut, modal justru tak berwujud apa-apa malah dipergunakan untuk berobat.

Tak hanya itu, ada juga yang menjual tanah warisan untuk membangun bisnis, tapi gagal juga. Belum balik modal, malah lapaknya mengalami kebakaran hebat, dan terpaksa gali lubang tutup lubang.

Satu pesan bagi ahli waris, hiduplah di jalur lurus tanpa membantah titah leluhur apalagi titah tersebut untuk kebaikan kalian.

Lihat selengkapnya