Tanah

Za Zlyn
Chapter #2

2a. Uji Coba

"Eri! Kharis! Kalian berdua tidak keberatan, kan jika perjalanan kita masih jauh?" tanya Asa setelah beberapa jam mereka berjalan.

"Aku keberatan," jawab Bryan meski bukan ia yang mendapat soal. Seketika, Asa langsung menatap tajam Bryan. "Lho, kenapa? Pendapatku paling penting, lho di sini. Aku yang paling manusiawi. Princess bisa seenaknya jadi burung. Fero Prince mengadaptasi jadi katak. Eri dengan ilmu lipat buminya."

"Ilmu lipat bumi?" Eri menyela, merasa bingung.

"Begitu? Jadi maksudmu, Bryan. Ehm... Kurang lebih aku harus terbakar, seperti itu?" timpal Kharis dengan nada bercanda yang polos.

"Ya... E... Tidak begitu juga ka—"

"Ide yang bagus," sela Fero tiba-tiba. "Justru karena si bungsu ini manusiawi. Ia jadi harus berjalan untuk menyesuaikan sisi manusiawinya."

"Jangan panggil aku bungsu, Fero Prince," ucap Bryan geram. Ia sepertinya sudah lupa akan topik jalan.

Di tengah pertengkaran antara Fero dan Bryan yang mulai tertinggal di belakang, urutan jalan mulai berubah. Pelan tapi pasti, kini Eri dan Asa yang berdiri di garda depan. Menemani Kharis yang tetap berada di depan sedari tadi.

"Kota ada di bagian mana?" tanya Kharis sambil memandang tepat ke arah Asa.

"Di seberang matahari terbenam," ucap Asa memberi teka-teki dengan senyuman khasnya.

"Seberang matahari?" Eri berpikir keras.

"Barat, ya," pikir Kharis. "Indikasi seberang mungkin maksudnya malam."

"Wah! Kau bisa menebaknya!" Asa tampak bersemangat.

Eri semakin bingung. "Apakah kota memang tidak sejauh itu?"

Asa tidak menjawab. Hanya mengeluarkan senyum andalan. Kharis tampak berpikir sebentar.

"Apa kau mau memberi kita kejutan?" tanya Kharis langsung membuat Asa dan Eri terkejut.

"Tid... Yah... Kenapa mereka berdebat lama sekali, sih," Asa mencoba mengalihkan perhatian dengan mengkritik Bryan dan Fero. Yang dikritik sibuk membangun dunia mereka sendiri dengan perdebatan.

Kharis tersenyum kecil saja akan tingkah Asa itu. Anak itu berjalan mengarah ke arah barat.

"Eh, Kharis. Kau mau ke mana?" tanya Eri yang mengejar langkah Kharis.

"Ke mana lagi? Sesuai arahan kita akan ke barat, kan?"

Lihat selengkapnya