Tanah

Za Zlyn
Chapter #3

2b. Uji Coba

Eri sudah selesai menata barang-barang dengan tambahan berburu jahe dan sebagainya dari hutan. Bryan mendapatkan mandat untuk bahan jamu itu dari Asa. Asa sendiri mengandalkan elemen angin untuk mencari bau tumbuhan tersebut. Ia tengah menyiapkan banyak hal saat Bryan mengajak Eri jelajah hutan.

"Ayo, Eri. Dan jangan lupa, aktifkan selalu radar bumi Anda," instruksi Bryan sepihak. Meski begitu, Eri tidak komplain dan terima jadi saja. Lagipula, radarnya bukan tipe bisa hidup atau mati sesuka Eri. Rasanya senatural bernapas.

Setelah memakan waktu beberapa lama, Kharis akhirnya sadar dan mendapat suguhan gratis jamu ala Asa. Eri tentunya antusias mengamati ekspresi orang yang mendapat jamu dari idolanya.

"Apakah kau tidak membuatkanku jamu beras kencur," bisik Bryan ketika Asa pergi untuk membereskan barang-barang pembuatan jamu. Asa segera memandang Bryan dengan tatapan tidak habis pikir.

"Bryan, jika kau memang kakak. Tipikal anak kecil ini harus dihilangkan," ujar Asa.

"Lho, kenapa? Apakah kau tidak ahli membuat beras kencur?"

"Tidak apa jika kau mau jamu ini. Masih ada sisa, kok. Lagipula, katanya kau kakak. Sudah sepatutnya hidup seorang kakak menerima kepahitan dengan berani di depan adiknya."

"Ucapan Anda sungguh sangat berbisa. Anda mau menjerumuskan saya dalam rasa dahsyat berkedok jamu kesehatan ini. Ah, saya tahu. Anda sebenarnya adalah pembuat jamu abal-abal. Buktinya sudah jelas karena anda tidak bisa membuat jamu beras kencur."

Asa tersenyum lelah. Meletakkan jamunya dan segera memeluk Bryan erat.

"Fero! Kita punya pasien tambahan!" teriak Asa.

"Maaf, Asa. Aku bukanlah dokter kejiwaan. Saat sampai di kota. Akan aku telepon kenalanku. Berharap saja masih ada lowongan di sana."

Eri menggeleng melihat kelakuan Bryan. Tapi kemudian, Eri tertegun. Ia merasakan ada kecepatan tinggi yang berjalan mendekati mereka. Sensasi getaran yang mulus, cepat, dan sekali-kali tersendat ini memberi Eri suatu kesimpulan.

"Ada sebuah mobil berat yang menuju kemari," lapor Eri.

Asa melepaskan cengkeramannya pada Bryan. "Bagus. Dia sudah datang."

Lihat selengkapnya