Tanah

Za Zlyn
Chapter #4

3a. Kota

Asa Asia bahkan lebih cepat dari Eri. Ia menempatkan Bryan di samping Eri dan segera memeriksa Kharis dengan Fero. Tampaknya penyelamat Fero dan Bryan dari hantaman tanah Eri adalah Asa.

"Apa kau masih bisa merasakan tanganmu?" tanya Asa sembari mengumpulkan air dan membasuhkannya pada tangan Kharis. Kharis yang sudah terbaring dan setengah sadar itu hanya menggeleng lemah.

"Ini luka bakar yang serius. Aku sendiri jarang menangani yang seperti ini. Yah, kau tahukan. Kecelakaan api itu jarang terjadi," analisa Fero sembari mengecek suhu tubuh Kharis. "Sesak napas dan tubuh yang sangat panas. Antara syok dan respon alami. Intinya, kita harus secepatnya membawanya ke rumah sakit. Secepatnya!"

Senyum Mira yang memperhatikan dari jauh membeku. "Apa aku melakukan sesuatu yang salah?"

Fero memandang malas pada Mira. "Kau melakukan sesuatu yang kelewatan. Akan kulaporkan kau pada Bibi dan Paman."

"Eh! Pangeran sepupu, kau bisa membuatku diseret pulang."

"Soal itu kita bicarakan nanti saja," putus Asa sembari berdiri menggendong Kharis. "Jika aku membawanya ke rumah sakit kota. Apakah itu cukup?"

"Yah, rumah sakit kota memang lebih bagus. Tapi paling tidak kau perlu kecepatan topan itu... Eh! Jangan bilang..."

"Awan hari ini sangat mendukung, ya."

Fero menatap Asa yang tersenyum penuh arti. Sedetik kemudian, Asa telah terbang jauh menembus awan.

Eri dan Bryan memandangi kepergian Asa dengan takjub sekaligus cemas akan nasib Kharis. Bahkan Mira yang berpredikat pengendali mengerikan itu juga takjub.

Bryan beralih memandang Mira meminta pertanggungjawaban. Namun saat anak itu mau membuka suara, tumpukan daun dengan cepat menyerbu mulutnya.

"Diam kau, bocah. Aku tahu aku salah. Tapi aku sedang malas berdebat denganmu. Jika kakakmu bukan Pangeran Asa itu. Sudah dipastikan kau sudah menembus awan," ucap Mira berjalan menuju mobil. Ia lalu masuk ke mobil dan memandang Fero malas.

"Pangeran sepupu, karena kau suka menyetir apa saja maka sekarang giliranmu," titah Mira malas lalu beralih pada Eri dan Bryan. "Oh, soal barang bawaan. Kalian sendiri yang bertanggungjawab memasukkannya."

Akhirnya Eri dan Bryan yang terus menggerutu bekerja keras mengangkut barang. Untungnya Fero juga ikut membantu.

"Aku tahu kau pasti sebal sekali, Bryan. Tapi orang yang kau bilang nenek sihir itu dijamin akan meninggalkanmu sekarang. Jika mau menggerutu, nanti saja setelah masuk mobil," nasihat Fero dengan bijak.

Lihat selengkapnya