Tanah

Za Zlyn
Chapter #10

6a. Menyortir


Bryan mengepalkan tangannya ke atas membaca papan pengumuman pembagian kelas.

"Bryan Ryan. Sepuluh - A - satu! Sudah kuduga! Aku selalu menjadi unggulan," ucap Bryan sembari menyibak rambutnya.

"Asta dan Fini ada di sepuluh - A - tiga," lapor Kharis ketika membaca nama di papan satu per satu.

"Yes! Oye! Oye!" ucap Bryan merayakan berpisahnya kelasnya dengan kelas Asta dan Fini.

Sementara itu, Kharis meniti namanya sendiri dengan penasaran. Kharis Ashlah X - E - 1

"Baiklah, mari kita lihat Eri Erikaku," ucap Bryan sembari merangkul Eri dengan posisi sedikit menunduk pada papan. "Eri... Eh!? Sepuluh - D - 3?"

"Itu karena pelanggaran berat yang dilakukan perempuan itu di hari pertamanya menjejakkan kaki di sini," ujar suatu suara tiba-tiba menyela.

Eri, Bryan, dan Kharis langsung mendongak menatap sosok laki-laki tinggi itu. Dilihat lebih lama, Eri merasa tidak asing dengan wajah ini.

"Baruna Narayana," desis Bryan sengit. "Apa yang kau lakukan di sini? Kau itu murid kelas sebelas. Syuh! Pergi sana!"

"Bukan apa-apa. Hanya meneliti apakah ketikanku ada yang salah atau tidak," ujar Narayana sembari menghadap tegap ke tulisan di papan. "Bagus, tidak ada anak yang salah distribusi kelasnya."

Eri mengerjap. Ia ingat siswa ini. Dia yang waktu itu juga bersama Nasa si ketua komite disiplin. Kalau tidak salah Nasa bilang kalau Narayana adalah sekretaris OSIS.

Eri mencondongkan mulutnya ke telinga Bryan untuk berbisik. "Ngomong-ngomong, Bryan. Kenapa kau punya berjibun musuh, sih? Dari berbagai kalangan pula."

Bryan balik berbisik ke telinga Eri. Namun nada suaranya tidak benar-benar ada pada kancah berbisik yang serius. Narayana mengernyit melihat hal ini.

"Ini belum apa-apa, Eri," bisik Bryan menyakinkan. "Untung tidak ada yang satunya lagi."

"Satunya lagi?"

Lihat selengkapnya